Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Klaim Tidak Ada Penunjukan Langsung Ke Mitra Kartu Prakerja

Pemilihan delapan platform digital Kartu Prakerja diklaim telah melalui proses yang sesuai ketentuan dan tidak melalui penunjukkan langsung.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 29 April 2020  |  18:14 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin menjelaskan alasan delapan digital platform menjadi mitra resmi pemerintah untuk Kartu Prakerja.

Menurutnya, tidak ada penunjukan langsung dari pemerintah kepada delapan mitra dalam program Kartu Prakerja. Pasalnya, mekanisme pemilihan platform mitra Kartu Prakerja dilakukan melalui kerja sama dengan manajemen pelaksana (PMO) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Pemerintah tidak menunjuk, jadi kita dari awal mengajak bicara beberapa platform besar ada yang e-commerce, marketplace, dan platform pelatihan,” jelasnya, dalam seminar daring Rabu, (29/4/2020).

Dia menjelaskan juga bahwa pemerintah memang menitikberatkan pelaksanaan Kartu Prakerja untuk pelatihan secara daring.

Adapun, Dirjen Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono mengatakan bahwa bila ingin mengetahui persoalan kartu prakerja, memang harus mengetahui mulai awal sampai sekarang.

“Awalnya kami desain lama sekali, di mana ditunjukan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan yang kami tau. Kemudian, melihat kondisi sekarang angkatan kerja 57 persen berpendidikan SD dan SMP yang peluangnya terbatas yang menyesuaikan dunia industri,” terangnya.

Sementara itu, lanjutnya, penduduk Indonesia pun sedang mengalami puncak bonus demografi. Dalam hal ini, program Kartu Prakerja tengah berusaha menjawab tantangan tersebut. Keberhasilan ekonomi bergantung pada seberapa besar sebuah negara dalam menghasikan tenaga kerjaterampil.

“Harapannya peserta Kartu Prakerja jeli melihat pelatihan tersebut, sehingga program ini bisa memberi suplemen untuk modal kerja agar keterampilan yang dimiliki dan insentif ini mewujudkan peluang baru untuk bekerja,” tuturnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenko perekonomian kartu prakerja
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top