Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lebih Murah, Kendaraan Umum dan Barang Pilih Ban Vulkanisir

Dihadapkan dengan tantangan daya beli, pengusaha ban berusaha menjual produk yang dapat menjangkau konsumen.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 27 April 2020  |  09:00 WIB
Pabrik ban vulkanisir - Antara/Aji Styawan
Pabrik ban vulkanisir - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemilik kendaraan umum orang dan barang cenderung memilih ban vulkanisir atau rekondisi karena harganya relatif lebih murah.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Azis Pane mengatakan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang berkisar 5 persen, gairah daya beli masyarakat kurang terlihat.

Menurutnya, kondisi ini cukup menekan para industriawan khususnya ban yang sudah lama menunggu gebrakan pemerintah dalam menggairahkan konsumsi masyarakat. Dihadapkan dengan tantangan daya beli, pengusaha pun berusaha mencari menjual produk yang dapat menjangkau konsumen.

Untuk itu, strategi pengembangan ban vulkanisir yang akan terus digencarkan pengusaha ke depan untuk menjaga arus keuangan.

"Dengan ban vulkanisir konsumen bisa mendapat harga lebih murah sampai Rp800.000 dari semestinya sekitar Rp3 juta," ujar Azis kepada Bisnis, belum lama ini.

Ban vulkanisir atau rekondisi merupakan ban gundul yang dilaposi kembali dengan garis kembang sehingga menyerupai ban baru. Walaupun kualitasnya jauh dari ban baru, tetapi dengan harga yang lebih murah produk tersebut dipilih konsumen.

Pengakuan datang dari seorang pedagang ban vulkanisir di kawasan pasar Cinde Palembang, Agus Suhendra. Seperti dikutip Antara, Agus mengaku peminat ban tersebut masih cukup tinggi karena harganya relatif murah dibandingkan dengan ban baru buatan pabrik.

Pemilik angkutan umum perkotaan dan bus antarkota dalam provinsi serta truk barang di kota ini masih banyak yang menggunakan ban vulkanisir untuk mengganti ban kendaraannya yang sudah "gundul' atau habis garis kembangnya.

Agus menjual ban vulkanisir berkisar Rp400.000 hingga Rp850.000 per buah. Di sisi lain, lanjutnya, untuk ban sejenis buatan pabrik paling rendah Rp1,1 juta per buah.

Terpisah, pengusaha angkutan barang Fakhlani mengatakan selama mobil truk miliknya menggunakan ban vulkanisir, tidak ada masalah dan bisa menghemat biaya operasional karena harga ban tersebut cukup murah dibandingkan dengan ban baru buatan pabrik.

Operasional mobil truk untuk membawa berbagai jenis barang kliennya cukup lancar meskipun menggunakan ban vulkanisir, ujar pengusaha ekspedisi itu.

Terkait kinerja industri ban, Azis menambahkan tahun lalu penjualan industri ban merosot sekitar 15 persen seiring dengan lesunya penjualan kendaraan baru.

Adapun selama 2014—2018, neraca dagang ban selalu surplus yang secara konsisten ditopang oleh penjualan ban mobil biasa. Tahun lalu, industri ban lokal mampu mengekspor 435.411 ton ban mobil senilai US$1,3 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkutan kendaraan niaga industri ban Rekondisi Ban Vulkanisir

Sumber : Antara

Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top