Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Punya Ruang Turunkan Harga BBM

Variabel yang berpengaruh besar terhadap perhitungan harga BBM yakni harga minyak dan kurs Rupiah.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 24 April 2020  |  19:00 WIB
Petugas dari Pertamina mengisi BBM para peserta Ekspedisi Trans Jawa di rest area KM 597 B, Madiun, Jawa Timur, Kamis (20/12). - Bisnis/Nurul Hidayat
Petugas dari Pertamina mengisi BBM para peserta Ekspedisi Trans Jawa di rest area KM 597 B, Madiun, Jawa Timur, Kamis (20/12). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA –  Pemerintah punya ruang untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah tekanan virus corona atau Covid-19.

Pendiri ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan secara umum dapat dikatakan memiliki ruang untuk dapat menurunkan harga BBM.

Dia menuturkan variabel yang berpengaruh besar terhadap perhitungan harga BBM yakni harga minyak dan kurs Rupiah.

Di Januari-Februari, harga minyak masih dikisaran US$55 per barel dengan kurs sekitar Rp13.500 per dolar Amerika Serikat hingga Rp14.000 per dolar Amerika Serikat.

Pada periode itu dapat dikatakan relatif tidak ada perubahan signifikan terhadap asumsi Indonesia Crude Price (ICP) maupun kurs yang ditetapkan di APBN.

Lalu di bulan Maret-April, rerata harga minyak di kisaran US$30 per barel dengan kurs kemungkinan dikisaran Rp15.000 per dolar Amerika Serikat hingga Rp15.500 per dolar Amerika Serikat.

"Ada deviasi cukup besar baik dalam hal asumsi harga minyak maupun kurs rupiah di Maret-April ini. Harga minyaknya jauh lebih rendah daripada asumsi, dengan kurs rupiah juga lebih rendah daripada asumsi," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (24/4/2020).

Dia menilai dengan angka yang ada dan masih terus selalu bergerak, ruang untuk menyesuaikan harga BBM saat ini kemungkinan ada di kisaran Rp1.000 per liter hingga Rp1.500 per liter.

"Persisnya berapa, saya kira biar pemerintah dan Pertamina yang nanti menghitungnya karena perhitungan formal yang digunakan dalam hal ini mesti menggunakan data formal dari pemerintah maupun Petamina sendiri,” ujarnya.

Namun, apabila penurunan harga BBM akan dilakukan, lanjutnya, hal itu merupakan pilihan yang cukup rasional untuk bisa dilakukan saat ini. Terlebih, proyeksi rerata harga minyak di sepanjang tahun 2020 ini kemungkinan juga masih tetap akan rendah yakni di rentang US$30 per barel hingga US$40 per barel.

"Jika harga BBM diturunkan, mungkin akan membantu perekonomian di tengah Covid ini. meskipun karena Covid tersebut dan roda perekonomian belum berputar normal, efeknya tentu juga tak maksimal ya," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM pertamina kementerian esdm BBM
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top