Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Gas US$6 Per MMBtu Bakal Turunkan Harga Produk Industri

Penurunan harga gas akan menjadi sebuah keputusan yang sangat tepat saat ini dan akan membuat sektor industri dapat bersaing lebih baik lagi.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 15 April 2020  |  15:38 WIB
Infografis harga gas
Infografis harga gas

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah pelaku industri mengaku bahwa pemberlakukan harga gas industri di level US$6 per MMBtu sebagai angin segar di tengah tekanan krisis akibat Covid-19.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan bahwa penurunan harga gas industri sangat membantu dalam kelangsungan industri petrokimia. Dengan level harga gas itu, maka akan menurunkan harga jual produk sekitar US$2 per ton.

Alhasil, produk-produk dari Inaplas diharapkan lebih bersaing terhadap produk impor, terutama dari luar Asean.

"Saat ini ada beberapa komoditas yang sudah oversupply yang diakibatkan oleh penambahan kapasitas atau investasi baru dan juga pelemahan permintaan dalam negri sehingga dengan penurunan harga gas ini akan memperkuat daya saing untuk ekspor," katanya, Rabu (14/4/2020).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia (APSyFI) Bonar Sirait juga menyambut baik atas terbitnya kebijakan penurunan harga gas yang sudah sangat lama ditunggu.

Hal itu akan menjadi sebuah keputusan yang sangat tepat saat ini dan akan membuat sektor industri dapat bersaing lebih baik lagi.

“Dalam keadaan sekarang ini di tengah pandemi Covid 19, di mana terjadi kondisi yang luar biasa dan force majeure bagi seluruh industri. Kebijakan turunnya harga gas akan membuat industri dapat napas baru,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan mengatakan bahwa penurunan harga gas akan mendorong daya saing karena selama ini industri sangat bergantung pada keekonomian energi gas bumi.

Yustinus menjelaskan bahwa di industri manufaktur ada aset berwujud dan tidak berwujud, yang merupakan akumulasi usaha dan konsistensi yang didukung oleh kebijakan pemerintah.

"Kami yakin sektor industri manufaktur pengguna gas bumi bisa bangkit dan berkontribusi lebih banyak pada perekonomian nasional, bahkan makin kuat untuk reindustrialisasi dengan memasok kebutuhan domestik dan ekspor," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas industri
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top