Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Gas US$6 per Mmbtu, Industri Migas Hilir Berpotensi Tertekan

Dalam Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2020 terdapat skema pemberian insentif untuk badan usaha yang menyalurkan gas bumi, tetapi skemanya masih belum jelas dipaparkan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 14 April 2020  |  22:40 WIB
 Warga beraktivitas di sekitar sambungan gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan Depok, Jawa Barat. Bisnis - Arief Hermawan P
Warga beraktivitas di sekitar sambungan gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan Depok, Jawa Barat. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah telah meneken aturan turunan tentang harga gas industri, dengan sejumlah pemangkasan yang dilakukan agar harga gas industri bisa diterapkan maksimal US$6 per Mmbtu. Hal tersebut dianggap menjadi salah satu ancaman untuk industri hilir migas.

Direktur Executive Energi Watch Mamit Setiawan berpendapat, keberlangsungan bisnis migas di sisi hulu dan hilir khususnya gas bumi menjadi dipertanyakan.

“Pada saat pemerintah melindungi keekonomian kontraktor hulu dalam implementasi kebijakan ini, tetapi sebaliknya badan usaha hilir diminta berkontribusi,” katanya kepada Bisnis, Selasa (14/4/2020).

Lebih lanjut, kendati dalam Peraturan Menteri Nomor 8 Tahun 2020 terdapat skema pemberian insentif untuk badan usaha yang menyalurkan gas bumi, tetapi hingga saat ini skemanya masih belum jelas dipaparkan.

Menurut Mamit, jika keekonomian badan usaha di sektor hilir terganggu, maka seharus pemberian insentif tersebut dapat berupa kompensasi atau subsidi dari APBN yang diberikan kepada badan usaha seperti penugasan pendistribusian BBM.

“Saya kira hal yang wajar jika pemerintah menargetkan harga US$6 per mmbtu tidak meninggalkan keberlanjutan usaha dari badan usaha hilir,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah resmi meneken beleid tentang pengaturan harga gas industri menjadi US$6 per Mmbtu.

Menteri ESDM Arifin Tasrif telah meneken Permen ESDM No8/2020 tentang Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri.

Adapun, beleid tersebut merupakan pelaksanaan atas rapat terbatas (ratas) yang digelar pada 18 Maret 2020 lalu yang memutuskan penyesuaian harga gas untuk industri termasuk kebutuhan PT Perusahaan Listrik Negara.

Berdasarkan pasal 3 ayat 1 regulasi itu, harga gas bumi tertentu di titik serah pengguna gas bumi (plant gate) ditetapkan sebesar USD6 per MMBTU. Harga gas tersebut diperuntukkan bagi tujuh golongan industri yakni pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.

Beleid tersebut diundangkan di Jakarta pada 6 April 2020 dan telah resmi berlaku sejak tanggal beleid tersebut diundangkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas industri Harga Gas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top