Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ojol Dilarang Angkut Penumpang, Kemenhub Bujuk Kemenkes

Sejumlah kementerian dan lembaga mengusulkan agar pembatasan pengangkutan penumpang dikecualikan bagi kendaraan bermotor, termasuk transportasi daring roda dua.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 April 2020  |  13:28 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mempertimbangkan untuk mengkaji ulang larangan ojek online (ojol) untuk mengangkut penumpang saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan persoalan itu sedang dibahas oleh tim Kementerian Kesehatan.

"Kemarin sudah dirapatkan bersama soal larangan pengemudi ojol mengangkut penumpang itu. Hari ini, teman-teman dari Kementerian Kesehatan akan memformulasikan," kata Yani, Kamis (9/4/2020).

Dia menuturkan sebelumnya, sejumlah kementerian dan lembaga mengusulkan agar pembatasan pengangkutan penumpang dikecualikan bagi kendaraan bermotor, termasuk transportasi daring roda dua. Usulan itu muncul dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), serta Kementerian Kemaritiman dan Investasi.

Permintaan adanya pengecualian aturan itu, imbuhnya, dilatari alasan kesejahteraan. Moda angkutan lain bisa dikurangi 50 persen dari kapasitas penumpang, kalau ojol bisa tidak mendapatkan penumpang sama sekali.

Kendari demikian, apabila usulan terhadap adanya pengecualian aturan itu disetujui Kementerian Kesehatan, pemerintah akan memastikan protokol keamanan bagi pengendara sepeda motor terpenuhi. Misalnya, penggunaan alat perlindungan diri (APD), seperti masker hingga hand sanitizer.

Sementara itu, Para mitra pengemudi ojek online (ojol) memutuskan untuk menolak aturan pelarangan angkut penumpang untuk transportasi roda dua dalam pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan penolakan tersebut diumumkan setelah mengadakan rapat virtual antarpengurus asosiasi ojol terutama di wilayah Jabodetabek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Ojek Online

Sumber : Tempo.co

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top