Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyebab Kebakaran CPP Gundih Masih Diinvestigasi

Sekitar pukul 09.40 WIB kami mendapatkan informasi adanya gangguan di area TOX di CPP Gundih. Dari kejadian tersebut mengakibatkan adanya api yang muncul di fasilitas tersebut
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 09 April 2020  |  21:55 WIB
Karyawan Fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih bagian dari aset PT Pertamina EP -  Istimewa / Pertamina
Karyawan Fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih bagian dari aset PT Pertamina EP - Istimewa / Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina EP masih menginvestigasi penyebab masalah yang mengakibatkan kebakaran di Central Processing Plant Gundih.

Asset 4 General Manager PT Pertamina EP Agus Amperianto menjelaskan, Tim Penanggulangan Keadaan Darurat masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut.

"Harapan kami, proses stabilisasi CPP tidak berlangsung lama sehingga pasokan gas untuk konsumen bisa kembali mengalir", ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2020).

Pada kunjungannya, Agus menjelaskan bahwa seluruh operasi di CPP Gundih dan Sumur sudah di shutdown untuk stabilisasi.

Setelah stabilitasasi, selanjutnya CPP Gundih akan dilakukan dilakukan pendinginan di seluruh fasilitas di CPP Gundih.

“Jadi dengan dilakukan pendinginan seluruh area saya ingin memastikan fasilitas lainnya dalam kondisi aman juga,” jelasnya.

Sebelumnya, CPP Gas Gundih mengalami gangguan pada Kamis pagi hingga terjadi kebakaran di lokasi.

Asset 4 General Manager PT Pertamina EP Agus Amperianto menjelaskan gangguan terjadi di area thermal oxidizer (TOX) yang mengakibatkan keluarnya percikan api di fasilitas tersebut.

"Sekitar pukul 09.40 WIB kami mendapatkan informasi adanya gangguan di area TOX di CPP Gundih. Dari kejadian tersebut mengakibatkan adanya api yang muncul di fasilitas tersebut", ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas gangguan
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top