Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendaftaran Kartu Prakerja Akan Dibuka Malam Ini

Kementerian Ketenagakerjaan sedang mengebut proses pendataan calon penerima kartu prakerja, agar kebijakan tersebut bisa dilaksanakan mulai malam ini, Rabu (8/4/2020).
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 08 April 2020  |  19:23 WIB
Pendaftaran Kartu Prakerja Akan Dibuka Malam Ini
Seorang peserta pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) mengenakan alat pelindung diri (APD) yang diproduksi sesuai dengan standar keamanan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di BLK Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2020). Pemkot Semarang menargetkan dapat memproduksi 100 unit baju pelindung tenaga medis per hari dengan total target 5.000 unit untuk didistribusikan secara gratis ke sejumlah rumah sakit yang menangani kasus virus Corona (COVID-19) di Kota Semarang. ANTARA FOTO - Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA — Implementasi program kartu prakerja akan dimulai malam jika pemetaan data korban PHK dan pekerja yang dirumahkan akibat Covid-19 rampung dilakukan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Ketenagakerjaan Raden Soes Hindharno mengatakan semula pendaftaran untuk kartu prakerja dijadwalkan pada 4 April 2020. Namun, mundur menjadi 8 April malam atau 9 April karena proses pendataan yang masih belum selesai. Di samping itu dimundurkannya pelaksanaan tersebut agar proses penyusunan dan pendataan dari program ini menyasar sesuai targetnya.

“Jadi kalau malam ini lancar ya malam ini launching pendaftarannya, atau besok pagi,” kata Soes kepada Bisnis, Rabu (8/4/2020).

Nantinya, setiap pekan pemerintah akan menerima sekitar 160.000 hingga 164.000 orang pendaftar. Jika dalam satu pekan terdapat 200.000 orang pendaftar, maka sisanya akan masuk slot pekan berikutnya.

“Pendaftaran dibuka di kemnaker.go.di atau website kemenko perekonomian kartu prakerja,” lanjutnya.

Soes mengatakan untuk daerah yang sulit akses internetnya, calon peserta bisa mendaftar secara langsung ke kantor disnaker setempat.

Nantinya, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) di daerah masing-masing akan mendaftarkan ke pusat. Oleh sebab itu, dia mengaku sejak beberapa waktu terakhir pihaknya terus melakukan rapat koordinasi dengan Kadisnaker di daerah-daerah agar bisa memfasilitas jika daerahnya tidak memiliki akses internet.

“Seperti di Papua, itu persentasenya kecil kalau mendaftar lewat online, kebanyakan hanya bisa offline.”

Secara teknis, para penerima kartu prakerja akan mendapatkan pelatihan melalui platform yang sudah bekerjasama dengan pemerintah seperti Ruangguru atau Usahaku.

Jika biaya pelatihan ternyata kurang dari alokasi yang ditetapkan yaitu Rp1 juta/orang, Soes mengatakan sisa alokasi dana nantinya bisa digunakan jikalau ada calon penerima tambahan.

“Katakan dia pilih lembaga pelatihan lewat Ruanguru atau Usahaku misalnya, ternyata untuk pelatihan memasak ternyata hanya Rp300.000. Sisanya balik ke APBN, jaga-jaga kalau ternyata lebih dari 5,6 juta orang yang mendaftar kartu prakerja,” lanjutnya

Terkait data penerima kartu prakerja, Soes mengatakan hingga 7 April 2020 jumah penerima untuk sektor informal sebanyak 189.452 orang. Sedangkan penerima dari korban PHK dan pekerja yang dirumahkan sebanyak 1.010.579 orang.

Dari data tersebut yang menjadi prioritas adalah para pekerja di sektor pariwisata dan perhotelan, serta sektor konveksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bantuan sosial Kemenaker kartu prakerja
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top