Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Merugi Akibat Corona, Industri Pelayaran Ikut Minta Insentif

INSA juga harap agar akses dari dan ke pelabuhan tetap berfungsi dan berjalan seperti biasa.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  15:19 WIB
Wakil Ketua Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto saat ditemui di Menara Kadin, Selasa (18/2/2020). - BISNIS/Rinaldi M. Azka
Wakil Ketua Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto saat ditemui di Menara Kadin, Selasa (18/2/2020). - BISNIS/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Industri pelayaran nasional yang ikut terdampak penyebaran virus corona (Covid-19) meminta adanya insentif dari pemerintah agar para pelakunya dapat bertahan di tengah krisis.

Ketua Umum DPP Indonesian National Shippowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan untuk menyelamatkan perusahan pelayaran nasional dari masa sulit ini, dibutuhkan sejumlah stimulus dari stakeholder pelayaran nasional.

"Stimulus yang dibutuhkan seperti pemberian grace periode yang panjang pembayaran pinjaman bank, reschedule atau penjadwalan kembali pembayaran pinjaman bank, dan penghapusan pajak [PPN dan PBBKB] atas BBM," jelasnya, Selasa (31/3/2020).

Dia menambahkan stimulus lain yang dibutuhkan seperti harga BBM yang kompetitif dan supply BBM yang stabil, diskon biaya-biaya di pelabuhan dan diskon suku bunga pinjaman.

Selain itu, lanjutnya, pelayaran nasional juga membutuhkan dispensasi penundaan pengurusan sertifikat-sertifikat kapal, sepanjang sertifikat tersebut dapat ditunda dan tidak membahayakan jiwa pekerja dan kapal. Terakhir, diperlukan dispensasi dengan memberlakukan penundaan docking untuk yang sedang dalam operasional.

INSA juga harap agar akses dari dan ke pelabuhan tetap berfungsi dan berjalan seperti biasa. “Stimulus ini diperlukan karena kapal tetap beroperasi seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan logistik di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Hingga saat ini, kata Carmelita, pelayaran nasional masih dihadapkan sejumlah tantangan besar, seperti masih tingginya harga bunker bahan bakar low sulphur dan masih tingginya bunga bank untuk pembangunan kapal yang membuat pelayaran kian tidak kompetitif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

insa Virus Corona
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top