Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alasan Industri Kemasan Genjot Produksi di Tengah Wabah COVID-19

Asosiasi Industri Kemasan Fleksibel (Rotokemas) menyatakan kapasitas produksi pabrikan telah naik 15 persen,sehingga membuat utilitas rata-rata pabrikan naik ke level 85 persen.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  16:24 WIB
Ilustrasi - Warga mengangkat kemasan produk makanan dan minuman -  Antara
Ilustrasi - Warga mengangkat kemasan produk makanan dan minuman - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Industri kemasan menunjukkan adanya peningkatan permintaan di pasar yang disebabkan oleh persiapan Ramadan dan permintaan produk kesehatan terkait virus corona atau Covid-19.

Asosiasi Industri Kemasan Fleksibel (Rotokemas) menyatakan kapasitas produksi pabrikan telah naik 15 persen,sehingga membuat utilitas rata-rata pabrikan naik ke level 85 persen.

Adapun, kapasitas produksi kemasan disinfektan, pembersih tangan, dan sejenisnya melonjak sekitar 20-30 persen dari bulan-bulan biasa.  

"[Kemasan pembersih tubuh] naik produksinya karena demand-nya mendadak meningkat luar biasa. [Namun demikian,] ketersediaan bahan bakunya masih aman dan tidak ada pabrik yang kewalahan," kata Anggota Senior Rotokemas Purnomo Wijaya kepada Bisnis, Kamis (26/3/2020).

Purnomo mencatat utilitas pabrikan telah berada di level 85 persen. Namun demikian, Purnomo belum dapat memastikan peningkatan produksi pada kuartal I/2020 disebabkan oleh persiapan pabrikan menghadapi Ramadan atau penyebaran Covid-19.

Secara historis, peningkatan kapasitas produksi industri makanan dan minuman mencapai 30 persen selama empat bulan sebelum Ramadan. Purnomo menyatakan hal tersebut umumnya tertransmisikan pada produktivitas industri kemasan nasional.

"Saat ini semua [kapasitas produksi] penuh sampai bulan Mei."

Dengan menyebarnya Covid-19, Purnomo menyarankan paada pemilik merek untuk memperpanjang proyeksi produksi agar dapat menjaga kualitas. Selain itu, lanjutnya, pemilik merek juga dianjurkan untuk mengurangi proses pengiriman kemasan ke pabrikan sebagai langkah mengurangi mobilitas tenaga kerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kemasan kapasitas produksi
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top