Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabar Duka di Kemenperin, Stafsus Amir Sambodo Tutup Usia

Komitmennya dalam mengembangkan industri tambang di Tanah Air, khususnya batu bara, membawa Amir Sambodo terus berkiprah di industri tersebut hingga akhir hayatnya, di mana terakhir dia menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  15:05 WIB
istimewa
istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kabar duka kembali menyelimuti Kementerian Perindustrian. Amir Sambodo, Staf Khusus Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, tutup usia Selasa (24/3/2020) pada pukul 08.15 WIB.

Sehari sebelumnya, Senin (23/3) malam, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Harjanto juga berpulang.

Amir Sambodo, pria kelahiran Solo pada 6 Desember 60 tahun silam itu memiliki perjalanan karir yang panjang di Indonesia.

Lulusan S-1 Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung Angkatan 1978 itu mulai berkarir di dunia usaha sebagai senior manager di PT Kertas Kraft Aceh (Persero) pada 1986 hingga 1991.

Selanjutnya, lulusan S-2 Program Business Management Universitas Monash, Australia itu menjabat sebagai President Director of Engineering, Construction and Investment PT Bukaka Kujang Prima pada 1991—1998.

Selain itu, pada periode 1997 hingga 2000, Amir juga menjabat sebagai Presdir PT Maruta Bumi Prima.

Selain itu, Amir juga sempat mengurusi Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada periode 1999 hingga 2000 di bawah kepemimpinan Glenn M.S. Yusuf dan menjadi Tenaga Ahli Menteri Riset dan Teknologi pada 2002—2004 yang saat itu dipimpin Hatta Rajasa.

Dia juga pernah menjadi Presiden Komisaris PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada periode 2003—2007 dan Direktur Utama PT Tuban Petrochemical Industries sejak 2007.

Amir juga menjadi salah satu figur yang aktif mempromosikan technopreneurship, di mana dia mendirikan PT Teknopreneur Indonesia dan menjabat sebagai presiden komisaris. Aktivis ITB itu juga pernah menjadi kandidat ketua umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB).

Dia juga pernah menjabat sebagai Dirut PT Berau Coal Energy Tbk. (BRAU). Diangkat sebagai bos BRAU pada 30 Juni 2014, pada 25 Maret 2015, Amir mengajukan surat pengunduran diri. Namun, pada 15 Mei 2015, dia mencabut surat pengunduran dirinya.

Namanya kian akrab dengan wartawan saat mengawal proses perceraian antara Bumi Plc dan Grup Bakrie pada 17 Desember 2013.

Kala itu, Bumi Plc merupakan induk usaha dari BRAU dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di Bumi Plc, Amir Sambodo menjabat sebagai Direktur Independen Non Eksekutif.

Darama perceraian Bumi Plc dan Bakrie akhirnya terjadi  dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bumi Plc. yang digelar Selasa, (17/12/2013), pukul 11.00 waktu London.

RUPS ketika itu juga menyepakati perubahan nama Bumi Plc menjadi Asia Resource Minerals Plc dengan kode saham ARMS.

Nah, BRAU, yang delisting dari lantai bursa pada 16 November 2017, ketika itu menjadi anak usaha Asia Resource Minerals, melalui Vallar Investment UK Ltd, yang kelak diakuisisi oleh Grup Sinarmas, melalui Asia Coal Energy Ventures Ltd (ACE) pada Agustus 2015.

Komitmennya dalam mengembangkan industri tambang di Tanah Air, khususnya batu bara, membawanya tetap berkiprah di industri tersebut hingga akhir hayatnya, di mana terakhir dia masih menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara bumi resources kementerian perindustrian amir sambodo
Editor : Gajah Kusumo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top