Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Obituari Dirjen Ilmate Harjanto: Perancang Sibana dan Sang Fasilitator

Kabar duka datang dari Kementerian Perindustrian. Senin (23/3) malam, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Harjanto berpulang.
David Eka Issetiabudi & Andi M. Arief
David Eka Issetiabudi & Andi M. Arief - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  05:00 WIB
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto. - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto. - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Saat itu, waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Harjanto tampak memesan teh di sebuah waralaba cepat saji di kawasan Senayan.

Harjanto bersiap mengunjungi pameran kendaraan niaga di sekitar daerah Senayan. "Eh Ndi [Andi M. Arief], ikut juga? Saya datang kepagian nih," katanya kepada wartawan Bisnis yang menghampirinya, Kamis (5/3/2020).

Pria berzodiak gemini ini sempat berbincang dengan Bisnis kurang lebih 30 menit, sembari menikmati teh panas yang dipesannya.

Raut wajah Harjanto tampak lelah, namun suaranya tetap lantang saat berdiskusi mengenai kondisi baja nasional, otomotif, dan sektor industri lain yang ada di bawah tanggungjawabnya.

Saat disinggung soal perkembangan industri baja nasional, Harjanto semangat menceritakan neraca perdagangan baja yang positif, kira-kira nilainya sekitar US$500 juta Januari lalu.

Dia berharap kinerja industri baja akan semakin baik dengan lahirnya Sistem Informasi Baja Nasional atau disebut Sibana.

Menurutnya, Sibana adalah proyek impiannya sebagai pejabat teras Kementerian Perindustrian. Tujuan sistem tersebut adalah menunjukkan gradasi produk baja.

"Semua baja [warnanya] abu-abu, tapi spesifikanya beda-beda. Saya jadi pejabat berat juga ngurusin ini [industri baja]. Saya dihajar kiri kanan, setengah mati kita," selorohnya.

Selagi asyik berbincang, waktu juga yang memisahkan. Harjanto memulai hari yang padat. Setelah mengikuti pembukaan pameran kendaraan niaga, pria yang dijadwalkan pensiun tahun ini, juga menghadiri konferensi pers pameran niaga industri logam di Kementerian Perindustrian.

Hari itu, merupakan hari terakhir Bisnis bertatap muka dengan Harjanto. Sepuluh hari berselang, tepatnya Senin (16/3), Harjanto terbaring lemas karena mengalami pneumonia berat dan dikabarkan sulit bernafas.

Sepekan berlalu, Kabar duka datang dari Kementerian Perindustrian. Senin (23/3) malam, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Harjanto berpulang.

Harjanto meninggalkan kesan mendalam bagi wartawan yang biasa meliput isu manufaktur. Setidaknya, dalam kurun waktu enam tahun belakangan, Harjanto sudah menduduki beberapa posisi strategis di Kemenperin.

Masih ingat betul, bagaimana Harjanto berjuang mendukung terciptanya harga gas untuk industri yang lebih ideal. Sewaktu menjabat sebagai Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian, Harjanto mengatakan dengan kenaikan harga gas, sudah jelas industri yang menggunakan gas daya saingnya akan berkurang.

“Kami tidak pernah diajak duduk bersama untuk membicarakan harga gas. Kami tidak tahu bagaimana mekanisme kenaikan harganya,” katanya, Selasa (11/8/2015).

Selain itu, Harjanto tampak aktif mencari solusi sumbatan investasi manufaktur. Hal itu dia tunjukkan saat mencari titik terang mengenai kesepakatan harga gas untuk aktivitas industri pabrik pupuk Kujang-IC di Bintuni.

Tanpa kesepakatan harga, salah satu program pengembangan kawasan industri prioritas di luar Pulau Jawa bakal mangkrak.

Menurutnya, belum disepakatinya harga gas akibat mahalnya biaya eksplorasi.

“Sebenarnya kami tidak bisa egosektoral, energy policy harus bisa menguntungkan semuanya. Kalau tidak, target pemerintah mengenai pertumbuhan industri, tidak akan tercapai,” tambahnya, Jumat (26/6/2015).

Setiap diberi amanah, Harjanto tidak pernah tanggung menguliti dan memfasilitasi pelaku usaha untuk terus dapat berproduksi dan meningkatkan investasi.

Tugas Harjanto telah selesai. Yang Maha Kuasa telah memanggilnya. Sosok kompeten dan ramah ini pasti akan dirindukan.

Selamat jalan pak Harjanto, semoga karya Anda memberikan warna untuk kemajuan manufaktur nasional.

Riwayat Hidup

Ir Harjanto. M.Eng

Lahir di Bandung, 21 Juni 1961.

Pendidikan

  • Sarjana Teknik Metalurgi dari Universitas Indonesia - 1986
  • Magister Mechanical Engineering dari KEIO University - 1992

Pengalaman Birokrasi

  • Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika ( 2017 – sekarang)
  • Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (2016 – 2017).
  • Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (2015 – 2016).
  • Direktur Jenderal of Industri Dasar dan Manufaktur (2013 – 2015).
  • Direktur Kerja Sama Industri Internasional Wilayah I dan Multilateral (2010 – 2013).
  • Atase Industri di kedutaan Indonesia di Brussels (2007 – 2010).
  • Staf Rumah Tangga di Kedutaan Indonesia di Washington DC (2000 – 2005).

Komisaris

  • Komisaris Utama Semen BaturajaTbk (2017 – sekarang)
  • Komisaris PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (2015 – 2017).
  • Presiden Komisaris PT KHI Pipe Industries (2014 – 2015).

Penghargaan

  • Satyalancana Karya Satya 10 Tahun oleh Departemen Perindustrian - 2006
  • Satyalancana Karya Satya 30 Tahun oleh Sekretariat Negara - 2018

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenperin kementerian perindustrian
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top