Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sempat Terhenti, Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Dilanjutkan

Proyek ini diharapkan bisa rampung pada Desember 2021
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 Maret 2020  |  11:07 WIB
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Proyek kereta cepat Jakarta - Bandung sudah dapat dilanjutkan dan ditargetkan selesai sesuai komitmen pada Desember 2021 setelah dihentikan sementara selama dua pekan.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) masih berkomitmen untuk menuntaskan proyek ini sesuai target yang diberikan yakni pada Desember 2021.

“Berdasarkan informasi dari dirjen Kereta Api sudah berjalan seperti biasa. Kami melihat setelah evaluasi dua pekan sudah sesuai dengan rekomendasi kementerian PUPR. Selain itu juga sudah mulai banyak perbaikan dan sudah sesuai perubahan,” jelasnya, Jumat malam (21/3/2020).

Sejauh ini, tekannya, belum ada peninjauan kembali target yang dilakukan. Namun, tekannya, dalam situasi pandemik yang belum dapat dipastikan Kemenhub dan KCIC dapat mengkaji ulang hingga merevisi target yang telah ditetapkan.

Saat ini, tuturnya, pengerjaan proyek masih dilakukan oleh tenaga Kerja asal China. Namun, Adita mengaku ada sejumlah tenaga kerja asal China yang belum kembali dari China setelah kebijakan pembatasan penerbangan dari dan ke negeri Panda dilakukan. Untuk itu, kata dia, pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan dengan digantikan oleh tenaga kerja lokal.

"Berapa banyaknya saya enggak ada datanya. Tapi Kami minta KCIC jalan seperti biasa dan target. Dari yang kita ketemu Februari lalu ketemu Dirut KCIC, (target) tetap 31 Desember 2021," tutur Adita.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Komite Keselamatan Konstruksi meminta penghentian sementara kegiatan proyek kereta cepat (high speed railway) Jakarta-Bandung selama dua pekan dimulai sejak 2 Maret 2020.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) segera selesaikan 6 catatan dari Komite Keselamatan Konstruksi sehingga  proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dapat kembali dijalankan.

Setidaknya ada 6 catatan dari Komite Keselamatan Konstruksi yaitu Pembangunan Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung kurang memperhatikan kelancaran akses masuk dan keluar jalan tol; mengganggu drainase, dan kebersihan jalan.

Selanjutnya pelaksana proyek harus memperhatikan keselamatan pengguna jalan tol; menimbulkan genangan air, kemacetan dan mengganggu kelancaran logistik, adanya pembangunan pilar LRT tanpa izin, pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) belum dilakukan sesuai aturan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Kereta Cepat Kementerian PUPR
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top