Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow! Ternyata Kimia Farma Produsen Terbesar Chloroquien

Obat antimalaria disebut ampuh menangkis virus corona (Covid-19).
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 21 Maret 2020  |  12:02 WIB
Karyawan Kimia Farma di gudang obat. - Kimia Farma
Karyawan Kimia Farma di gudang obat. - Kimia Farma

Bisnis.com, JAKARTA -- Jenis obat yang berpotensi mampu mengobati sakit akibat virus corona (Covid-19), Hydroxychloroquine, ternyata salah satunya paling banyak diproduksi oleh produsen obat asal Indonesia, yakni PT Kimia Farma Tbk.

Kemampuan Chloroquine dalam mengobati penyakit yang akibatkan oleh virus corona menjadi pembicaraan hangat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengklaim obat malaria tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengalahkan Covid-19.

Selain Trump, beberapa studi klinis yang terus berlangsung di berbagai negara seperti China dan Prancis telah melakukan uji coba terhadap efektifitas obat tersebut dalam mereduksi simptom dari Covid-19 dengan kombinasi antara Chloroquine dan antibiotik Azithromicin.

Informasi tersebut tentunya menjadi kabar gembira, khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Kemarin malam (20/3/2020), melalui akun Twitternya Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN) Budi Gunadi Sadikin menuliskan bahwa Kimia Farma merupakan produsen terbesar choloroquine.

"Salah satu produsen terbesar di dunia adalah .. Kimia Farma - Hydroxycholoroquine is now an official treatment for Covid-19. Cheap cure with high efficacy and safe," tulis Budi di akun twitternya.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2019, Kimia Farma membukukan penjualan Rp6,88 triliun. Perolehan itu tumbuh 7,33 persen secara tahunan

Penjualan Kimia Farma masih didominasi pasar domestik sebanyak Rp6,73 triliun. Adaun pasar luar negeri tercatat hanya Rp139,39 miliar.

Pada penutupan perdagangan Jumat (20/3/2020), harga saham KAEF turut melonjak, dipicu sentimen pernyataan Presiden Joko Widodo terkait obat untuk mengatasi virus corona.

Harga saham KAEF naik 11,67 persen ke posisi 670. Sebelumnya, pada 2 Maret 2020, harga saham KAEF juga naik 14,66 persen ke level 665. Pemberitaan penyebaran COVID-19 atau virus corona menyebabkan emiten berbasis obat-obatan, termasuk Kimia Farma mengalami penguatan.

Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Perusahaan berkedudukan di Jakarta dengan pabrik berlokasi di Jakarta, Bandung, Semarang, Watudakon (Mojokerto) dan Tanjung Morawa-Medan.

Perusahaan juga memiliki satu unit distribusi yang berlokasi di Jakarta. Kantor Pusat Entitas beralamat di Jalan Veteran Nomor 9 Jakarta.

Kimia Farma berkecimpung di  bidang industri obat dan alat kesehatan serta perdagangan besar dan impor. Hasil produksi Perusahaan dipasarkan di dalam dan di luar negeri, yaitu ke Asia, Eropa, Australia, Afrika dan Selandia Baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona kimia farma obat
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top