Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RS Pasien Virus Corona, BUMN Karya Siapkan 2 Tower Wisma Atlet

Pengerjaan proyek perbaikan struktur gedung itu akan dilakukan oleh BUMN karya, termasuk seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT PP (Persero) Tbk.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  15:58 WIB
Suasana di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (26/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A
Suasana di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (26/2/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan menjadikan Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Utara sebagai rumah sakit untuk penanganan pasien yang terinfeksi virus corona (Covid-19).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan dua dari 10 tower di kompleks wisma milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) tersebut akan menjadi rumah sakit dengan kapasitas 2.000 kamar.

“Kemarin sudah diputuskan, Wisma Atlet itu, dua towernya akan dijadikan RS untuk pasien virus corona dengan kapasitas sekitar 2.000 kamar,” katanya melalui konferensi jarak jauh, Kamis (19/3/2020).

Dia menuturkan bahwa Kementerian PUPR akan melakukan perbaikan fisik gedung untuk disesuaikan dengan kebutuhan sebagai rumah sakit, termasuk penyesuaian struktur bangunan.

“Jadi strukturnya disesuaikan jadi rumah sakit, nanti ada berapa lantai itu yang dia pakai isolasi negatif itu, yang alat sama dengan RS Pertamina Jaya itu. Supaya virus gak masuk,” jelasnya.

Pengerjaan proyek perbaikan struktur gedung itu akan dilakukan oleh BUMN karya seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Dia megatakan pengerjaan itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai berapa biaya yang dibutuhkan. Dia hanya memastikan alih fungsi gedung itu akan selesai pekan depan.

Sebagai tahap awal, kamar yang akan difungsikan sebagai RS mencapai 1.000 kamar. Kebutuhan tenaga medis, lanjutnya, akan disokong oleh holding RS BUMN, yakni PT Pertamina Bina Medika atau Pertamedika, dan Tentara Nasiona Indonesia (TNI).

Adapun, untuk pengadaan seluruh alat kesehatan penunjang operasional rumah sakit tersebut akan menggunakan dana patungan 25 perusahaan BUMN. 

Pengelolaan dan manajemen kamar rumah sakit dadakan ini akan dilakukan oleh PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN. Perusahaan ini dinilai memiliki pengalaman dan kapabilitas sebagai pengelola.

“Jadi ini semua berasal dari sumber daya BUMN, semua bergotong royong untuk sediakan 2.000 kamar, tapi tahap pertama 1.000 kamar dulu. Ini hasil rapat langsung di Wisma Atlet, bersama Kementerian PUPR, TNI, BNPB, semua di bawah komandonya Gugus Tugas,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa selain berfungsi menjadi sakit untuk pasien dalam pengawasan (PDP), Wisma Atlet juga akan diperuntukkan sebagai guest house orang dalam pengawasan (ODP).

Arya menambahkan Kementerian BUMN juga terus mempersiapkan rumah sakit lainnya di bawah naungan perusahaan pelat merah untuk menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

“Kemarin juga RS yang PTPN II sudah mengerjakan. Selain itu banyak juga, rumah sakit BUMN ada 31, tidak hanya di Jakarta, tapi di banyak lokasi. Sementara ini yang siap baru empat, kami akan siapkan lagi terus,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Virus Corona WISMA ATLET Kementerian PUPR
Editor : Oktaviano DB Hana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top