Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Litbang Kemenperin Produksi Hand Sanitizer. Diperbanyak Dong!

Inisiatif meracik hand sanitizer muncul karena kebutuhan yang cukup banyak di seluruh satuan kerja Kemenperin.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  17:14 WIB
Penumpang menggunakan antiseptik atau hand sanitizer di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Penumpang menggunakan antiseptik atau hand sanitizer di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Unit pendidikan dan lembaga di lingkungan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuat cairan pembersih tangan atau hand sanitizer guna meminimalkan penularan virus corona atau Covid-19.

Inisiatif meracik hand sanitizer muncul karena kebutuhan yang cukup banyak di seluruh satuan kerja Kemenperin.

Adapun Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK), salah satu unit litbang di bawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan (BPPI) Kemenperin yang berlokasi di Jakarta mampu memproduksi hand sanitizer sebanyak 500 liter perhari yang dikemas dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan.

Cairan pembersih tangan ini telah didistribusikan untuk kebutuhan di kantor pusat Kemenperin. Kepala BBKK Wiwik Pudjiastuti mengatakan pihaknya memiliki alat yang mampu memproduksi langsung hand sanitizer sebanyak 100 liter/batch.

Selain itu, lembaga tersebut juga dipastikan akan membuat cairan disinfektan yang telah melewati proses riset.

“Pendekatan kami ilmiah, jadi ada keunggulan yang kami buat seperti dengan menggunakan minyak atsiri, Minyak Atsiri selain berfungsi sebagai aroma juga menambah efektifitas antimikroba produk ini," katanya melalui siaran pers, Kamis (19/3/2020).

Menurut Wiwik, pihaknya telah lama mampu menciptakan kedua jenis produk tersebut. Ke depannya, BBKK berencana menjalin mitra dengan pelaku industri untuk memproduksi secara massal.

Selain BBKK, Lembaga litbang Kemenperin yang juga memproduksi hand sanitizer adalah Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Palembang.

Kepala Baristand Industri Palembang, Syamdian mengatakan, unit kerjanya memproduksi sekitar 40 liter produk tersebut untuk digunakan sebagai sarana menjaga kebersihan di lingkungan kerja.

“Rencananya akan dibagikan ke area publik sekitar balai, yaitu masjid, kantor pos, kantor kelurahan, kantor camat, dan sekolah,” ujarnya.

Selain unit litbang, unit-unit pendidikan di Kemenperin di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) juga memproduksi hand sanitizer. Salah satunya adalah Politeknik ATI Padang di Sumatra Barat.

"Dalam proses pembuatan hand sanitizer, kami melakukan di laboratorium terintegrasi dengen teaching factory, Program studi Teknik Kimia Bahan Nabati,” kata Direktur Politeknik ATI Padang, Ester Edwar.

Menurut Ester, pihaknya membuat hand sanitizer sendiri lantaran sempat terjadi kelangkaan di pasaran. Dalam proses pembuatannya, Politeknik ATI Padang telah memperhatikan prosedur dan standar yang berlaku bagi kesehatan dan keselamatan.

Ester mengungkapkan, kampus di bawah binaan Kemenperin ini sudah memproduksi sebanyak 1.700 botol hand sanitizer. Cairan pembersih tangan tersebut saat ini digunakan di lingkup Politeknik ATI Padang dan tidak untuk diperjualbelikan.

“Semoga produksi kami ini bisa bermanfaat,” ujarnya.

Penggunaan hand sanitizer dinilai mampu menonaktifkan mikroorganisme yang menempel di tangan, dan pemanfaatannya juga disarankan ketika tidak bisa menjangkau air dan sabun.

Apalagi, virus corona sudah menjadi pandemi global sehingga membuat banyak orang melakukan tindakan preventif. Salah satu cara untuk mencegah penularan virus korona adalah menjaga kebersihan, seperti rajin mencuci tangan dengan air dan sabun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan litbang cairan
Editor : David Eka Issetiabudi
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top