Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

5 Startup Innovating Jogja Dapat Suntikan Teknologi Manufaktur

Kementerian Perindustrian menyatakan sejumlah hasil litbang industri berhasil ditransfer ke pelaku industri kecil menengah (IKM), termasuk pada perusahaan rintisan (startup) pemenang kompetisi Innovating Jogja 2020.
UMKM Kertabumi Batik menunjukkan contoh baju hazmat (hazardous materials) atau alat diri (APD) pebuatan mereka kepada Bupati Kulonprogo pada Rabu (8/4/2020) di Kantor Bupati Kulonprogo. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
UMKM Kertabumi Batik menunjukkan contoh baju hazmat (hazardous materials) atau alat diri (APD) pebuatan mereka kepada Bupati Kulonprogo pada Rabu (8/4/2020) di Kantor Bupati Kulonprogo. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian menyatakan sejumlah hasil litbang industri berhasil ditransfer ke pelaku industri kecil menengah (IKM), termasuk pada perusahaan rintisan (startup) pemenang kompetisi Innovating Jogja 2020.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan Innovating Jogja merupakan pencarian perusahaan rintisan berbasis inovasi di bidang kerajinan dan batik yang dilaksanakan melalui sistem kompetisi ide inovasi bisnis.

"Lima usaha rintisan lolos seleksi dibina sebagai tenantt inkubator bisnis Innovating Jogja di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta,” kata Doddy Rahadi di Jakarta, Selasa, Rabu (2/9/2020).

Lima usaha rintisan pemenang Innovating Jogja 2020 yang dibina BBKB Kemenperin tersebut meliputi Puspita Batik Indigo Natural Dye dengan inovasi blue gold instant atau paket zat warna indigo lengkap dengan reduktor dan alkalinya.

Kedua, Semilir dengan produk inovasi teknik ecoprint pada kulit kayu lantung.

Ketiga, Woodeco Indonesia dengan produk inovasi wooden jewelry box dan wooden ring box dari limbah kayu industri furnitur.

Keempat, Artsy Craft dengan inovasi produk mahar dari produk bunga kering.

Kelima, Toja Indonesia dengan inovasi produk penerapan ragam hias Nusantara pada produk rajut.

Yogyakarta merupakan daerah dengan inovasi industri kreatif yang terus berkembang. Melalui Innovating Jogja, Kemenperin berupaya mendukung IKM kerajinan dan batik di kota tersebut untuk terus berinovasi mengembangkan produknya. "Selain itu, IKM juga berkesempatan menfaatkan kehadiran fasilitas layanan jasa dan hasil litbang di BBKB Yogyakarta,” paparnya.

Para pemenang Innovating Jogja akan menerima pendampingan manajemen mutu produk dari BBKB Yogyakarta dan Bio Hadikesuma Management Training & Consulting (BHMTC). Selain itu, mereka mendapatkan fasilitas bahan produksi senilai Rp20 juta dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Agro Kemenperin. “Total hadiah yang diberikan kepada tenant mencapai Rp73 juta,” jelas Kepala BPPI.

Innovating Jogja merupakan kegiatan yang diselenggaraan rutin setiap tahun. Pada pelaksanaan sebelumnya, sejumlah hasil litbang BBKB telah dimanfaatkan oleh para tenant Innovating Jogja lainnya, misalnya teknik batik Latar Ringkel yang telah digunakan oleh Tizania Jumputan, yang merupakan tenant Innovating Jogja 2018.

Kemudian, teknologi aplikasi nanopartikel ZnO untuk produk batik antibakteri yang telah diterapkan oleh CV Smart Batik Indonesia (tenant Innovating Jogja tahun 2019). “Penerapan teknologi antibakteri ini cukup menarik perhatian, karena itu sangat diminati oleh para pengemar batik di tengah merebaknya wabah virus corona baru yang terjadi saat ini,” imbuhnya.

Kepala BBPI menjelaskan, pendampingan tenant pada Innovating Jogja ikut mendukung para pelaku industri untuk bertahan dalam kondisi pandemi Covid-19. “Bahkan beberapa tenant Innvovating Jogja seperti Djadi Batik dan RaMundi mengalami peningkatan permintaan produk,” sebut Kepala BBPI.

Djadi Batik memproduksi batik dengan desain khas Korea yang digemari generasi muda, melakukan inovasi dengan membuat pakaian hanbok batik yang menggunakan bahan kombinasi plastik, sehingga dapat berfungsi sebagai hazmat suite.

“Omzet Djadi Batik mengalami peningkatan sebesar 50% di masa pandemi. Sedangkan RaMundi yang memproduksi pakaian bayi dari bahan batik, juga mengalami peningkatan omzet 70% dengan packaging yang lebih baik dan strategi pemasaran online,” ujar Kepala BPPI.

Doddy memaparkan, melalui Innovating Jogja 2020, Kemenperin terus mendorong, mengawal, dan memfasilitasi berbagai ide dan inovasi luar biasa dari para pelaku IKM, sehingga mampu memperkaya macam produk buatan anak bangsa.

Kepala BBKB Yogyakarta, Titik Purwati Widowati menambahkan, proses seleksi ide bisnis dan produk inovatif melalui gelaran Innovating Jogja telah dilaksanakan sejak Februari 2020. Sebanyak 91 proposal ide diterima oleh panitia.

Setelah melalui Seleksi administrasi dan seleksi substansi proposal, terpilih 30 peserta yang mengikuti kegiatan bootcamp pengembangan bisnis yang dilakukan selama 5 hari pada Agustus 2020.

Peserta yang telah mengikuti bootcamp kemudian mengikuti seleksi business plan pada 18-19 Agustus 2020. “Meski terkendala pandemi Covid-19, kami terus mendorong Innovating Jogja 2020. Berbeda dengan tahun-tahun lalu, kali ini tahapan kegiatan, mulai dari sosialisasi, pendaftaran, seleksi, presentasi proposal, hingga bootcamp dan pitching peserta dilakukan secara online. Bersyukur teknologi informasi telah membantu dapat mengurangi pertemuan fisik,” pungkas Titik.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fatkhul Maskur
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper