Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Sewa Properti Komersial Diprediksi Kinclong di Tahun Ini

Pasar sewa properti komersial diprediksi akan mengungguli pasar properti hunian di tahun ini.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  18:56 WIB
Kawasan pergudangan Safe n Lock yang dikelola PT Berkah Makmur Amanda Tbk. - mbagroup.id
Kawasan pergudangan Safe n Lock yang dikelola PT Berkah Makmur Amanda Tbk. - mbagroup.id

Bisnis.com, JAKARTA – Tak hanya hunian, pasar properti sewa juga banyak diserap oleh properti komersial lainnya seperti pergudangan dan ritel.

Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix) Effendy Tanuwidjaja mengatakan bahwa saat ini properti komersial seperti pergudangan dan ritel mencatatkan permintaan sewa yang signifikan dibandingkan dengan sewa hunian.

“Di Rentfix, jenis tipe properti residensial memiliki pangsa pasar 30 persen, sedangkan pangsa pasar jenis properti komersial mencapai 70 persen,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (18/3/2020).

Tren sharing economy juga membawa pengaruh pada pemanfaatan ruang, seperti ruko, kios, co-working space, dan kantor dengan tipe berlantai. Dengan disewakan, maka bisa memberi revenue dengan tetap memaksimalkan fungsi dari properti tersebut.

Adapun, properti yang harga sewanya terjangkau dan bisa dibayar dengan jangka waktu yang pendek juga menurutnya banyak jadi incaran. Untuk sewa pergudangan contohnya, harga sewa di bawah Rp100 juta per tahun di tengah kota akan sangat diminati pasar.

“Yang banyak dicari itu harga mulai dari Rp96 juta per tahun di luas area 192 meter persegi seperti di Pegangsaan Dua, Jakarta Utara. Kemudian, Rp125 juta per tahun seluas 162 meter persegi di Cakung, Jakarta Timur,” ujarnya.

Senada, Senior Director Leads Property Darsono Tan juga menuturkan bahwa pada kuartal IV/2019, properti sewa yang kinerjanya paling moncer di antaranya adalah properti ritel.

“Kinerja positif properti ritel salah satunya disumbangkan dari tidak adanya tambahan pasokan baru. Sementara serapan dan permintaan tetap ada. Tapi kondisi ini bisa saja berubah mengingat akan ada tambahan pasok baru di tahun ini,” ungkap Darsono.

Hingga kuartal IV/2019, Leads Property mencatat keseluruhan okupansi di ritel Jakarta mencapai 93,42 persen. Jumlah itu mencatatkan kenaikan 0,15 persen dari kuartal sebelumnya, dan tergolong stabil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti pergudangan pasar properti
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top