Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, Market Sounding Proyek KPBU Ditunda

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memutuskan untuk menunda market sounding proyek KPBU, salah satunya SPAM Karian - Serpong.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  18:41 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memutuskan untuk menunda penjajakan pasar atau market sounding untuk proyek Sistem Penyelenggaraan Air Minum Karian - Serpong.

Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian - Serpong sendiri termasuk dalam salah satu dari 28 daftar rencana proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada tahun ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelumnya telah menyelenggarakan market sounding lima proyek KPBU di Jakarta pada pekan lalu dengan total nilai investasi Rp57,12 triliun.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko Djoeli Heriepoerwanto sempat menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menyelenggarakan kegiatan serupa tetapi untuk proyek KPBU lainnya.

Namun, setelah dikonfirmasi kembali, Eko menyampaikan bahwa penyelenggaraan market sounding untuk proyek KPBU yang lainnya ditunda lantaran situasi saat ini yang tidak kondusif akibat kasus penyebaran virus corona yang terus meningkat.

Adapun, proyek KPBU yang dimaksud adalah proyek SPAM Karian - Serpong yang diprakarsai oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

"Maaf, acara itu ditunda sampai sampai dimungkinkan adanya gathering atau meeting," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (17/3/2020).

Adapun, penjajakan pasar lima proyek KPBU yang telah diselenggarakan sebelumnya oleh Kementerian PUPR senilai Rp57,12 triliun pada pekan lalu (11/3/2020) antara lain adalah Sistem Transaksi Tol Non-tunai Berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF), Jalan Tol Layang Cikunir - Karawaci.

Kemudian, proyek preservasi Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera di Provinsi Riau, Jalan Tol Kamal - Teluk Naga - Rajeg, dan Jalan Tol Bogor - Serpong via Parung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Kementerian PUPR KPBU
Editor : Fitri Sartina Dewi
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top