Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom memerkirakan kinerja ekspor impor Februari 2020 terkontrasi sejalan dengan terhambatnya lalu lintas perdagangan sebagai dampak penyebaran virus corona.
Kepala Ekonom Bank BCA David E. Sumual memprediksi total ekspor pada bulan kedua tahun ini tercatat anjlok hingga 8 persen secara year-on-year (yoy). Untuk Februari 2020 saja, ekspor diperkirakan menyusut 6,5 persen sehingga neraca dagang diproyeksi surplus US$130 juta.
"Tapi surplus ini karena impor dan ekspor yang sama-sama turun," paparnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (15/3/2020).
David menjelaskan kinerja ekspor mengalami penurunan pada Februari 2020, karena harga sejumlah komoditas andalan melemah, terutama minyak sawit. Aktivitas impor juga terganggu oleh penyebaran virus corona.
Apalagi, pada awal tahun ini, pemerintah melakukan pengendalian arus distribusi barang untuk meminimalisasi penyebaran virus tersebut.
Stimulus kemudahan ekspor impor yang diberikan pemerintah dinilai belum mampu menahan dampak penyebaran virus corona terhadap kinerja dagang nasional.
Baca Juga
"Secara musiman impor turun, dan ditambah lagi dampak virus corona yang menyebabkan penurunan impor walaupun tidak sedalam penurunan ekspor," tuturnya.
Di sisi lain, konsensus Bloomberg menunjukkan 4 dari 12 ekonom memproyeksikan neraca dagang pada Februari 2020 mengalami defisit. Estimasi bawah konsensus ekonom tercatat defisit US$1,05 miliar, estimasi atas surplus US$755 juta, dan estimasi rata-rata defisit US$47,69 juta.