Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Corona Hingga CAD Jadi Perhatian Jokowi Saat Ratas Kebijakan Fiskal 2021

Jokowi melakukan ratas kebijakan fiskal dan rencana kerja pemerintah 2021. Ada lima hal yang ia jabarkan, termasuk virus corona. Terpenting, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus berjalan dengan sehat.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 09 Maret 2020  |  17:38 WIB
Corona Hingga CAD Jadi Perhatian Jokowi Saat Ratas Kebijakan Fiskal 2021
Presiden Joko Widodo bersiap menyampaikan keterangan pers di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Presiden menyatakan telah memerintahkan para menteri untukmengingatkan para pejabat publik dan pihak rumah sakit agar tidak membuka data pasien positif corona serta mengajak masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada dan beraktivitas seperti biasa. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat terbatas kebijakan fiskal dan rencana kerja pemerintah 2021. Dia menjabarkan lima hal penting, mulai dari mitigasi risiko dampak virus Corona (Covid-19) terhadap perekonomian global hingga strategi untuk menurunkan defisit neraca perdagangan maupun defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

"Langkah mitigasi yang kita kerjakan di 2020 harus diperkuat lagi untuk 2021," kata Jokowi membuka rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Dia menekankan bahwa rancangan kebijakan fiskal 2021 harus mampu memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Selain itu juga harus mampu mengatasi berbagai risiko yang mungkin muncul dan mampu melindungi Indonesia dari gejolak ekonomi global.

Jokowi menilai pada tahun lalu Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Kendati melambat, atau menjadi 5,02 persen, tetapi realisasi tersebut dicapai di tengah ketidakpastian ekonomi global dan juga resesi yang menimpa sejumlah negara lain.

Oleh karena itu kebijakan fiskal juga harus menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang berkualitas.

"Daya tarik investasi harus terus ditingkatkan agar bisa membuka lapangan kerja baru. Insentif bagi tumbuhnya industri manufaktur juga harus diberikan, terutama yang berkaitan dengan industri padat karya," katanya.

Terkait defisit neraca perdagangan dan CAD, Jokowi meminta dapat terus ditekan. Pengembangan subtitusi impor perlu menjadi prioritas. "Kemudian lanjutkan bioenergi ke B40 dan B50 dan meningkatkan lifting minyak kita," tambah Jokowi.

Terakhir Jokowi berbicara soal penguatan sumber daya manusia melalui program pelatihan vokasi lewat kartu pra-kerja. Presiden juga meminta program pengentasan kemiskinan dilanjutkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona
Editor : Andya Dhyaksa
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top