Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kawasan Pariwisata Terpadu Bakauheni Mulai Dibangun 2021

Proyek pengembangan kawasan pariwisata yang diprakarsai oleh ASDP Indonesia, Hutama Karya, ITDC, dan Pemprov Lampung akan dimulai pada 2021.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 04 Maret 2020  |  17:24 WIB
Foto udara salah satu ruas jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Kota Baru, Lampung, Selasa (30/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Foto udara salah satu ruas jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Kota Baru, Lampung, Selasa (30/4/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan kawasan pariwisata terpadu di wilayah Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ditargetkan dimulai pada 2021.

Proyek pengembangan kawasan pariwisata terpadu ini diinisiasi oleh tiga BUMN yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC), dan PT Hutama Karya (Persero) dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan bahwa saat ini detail engineering design (DED) sudah selesai dan diharapkan pada pertengahan tahun ini atau awal tahun depan sudah dapat dibangun.

"Sekarang sudah dibuatkan DED-nya, jadi 2021 sudah bisa dimulai [pembangunannya]," katanya kepada Bisnis, Rabu (4/3/2020).

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa proyek ini dipastikan tidak membutuhkan pembebasan lahan milik masyarakat. Walhasil, proyek yang akan dibangun di atas lahan seluas 251,05 hektare ini diharapkan berjalan lancar atau sesuai rencana.

Setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Lampung, PT ASDP, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia/ ITDC pada 19 Oktober 2019, akan dibentuk Perusahaan Bersama (Joint Venture).

Selain itu, telah dibentuk juga Kelompok Kerja (Pokja) bersama dan penyusunan time schedule, serta Kerangka Acuan Kerja (KAK).

"visi, rencana induk, studi kelayakan dan Amdal [analisis dampak lingkungan] akan disusun oleh konsultan internasional," imbuhnya.

Adapun, sejumlah konsultan internasional yang berminat terlibat dalam proyek ini antara lain adalah WATG dan Aedas sebagai calon konsultan penyusunan masterplan, Coldwell sebagai calon konsultan bisnis, dan AECOM serta Jones Lang Lasalle (JLL) sebagai calon konsultan studi kelayakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lampung hutama karya bakauheni pt asdp indonesia ferry kawasan wisata terpadu
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top