Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menhub Pastikan WNI Kapal Diamond Princess Dijemput di Bandara Kertajati

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan Bandara Kertajati, Jawa Barat dipilih sebagai tempat untuk mendaratnya pesawat Garuda Indonesia karena memiliki pergerakan pesawat yang belum terlalu banyak.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 Maret 2020  |  20:11 WIB
Kapal pesiar Diamond Princess di pelabuhan Yokohama pada Senin (3/2/2020). - Bloomberg
Kapal pesiar Diamond Princess di pelabuhan Yokohama pada Senin (3/2/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyatakan sejumlah alasan dipilihnya bandara Kertajati di Majalengka sebagai tempat penjemputan sebanyak 69 WNI yang menjadi Anak Buah Kapal Diamond Princess dari Yokohama, Jepang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan Bandara Kertajati, Jawa Barat dipilih sebagai tempat untuk mendaratnya pesawat Garuda Indonesia karena memiliki pergerakan pesawat yang belum terlalu banyak.

"Movement disini paling sedikit, jadi sangat memungkinkan untuk dilakukannya pendaratan di sini," jelasnya, Minggu (1/3/2020).

Selain itu, papar Budi, penerbangan terakhir di Bandara Kertajati yaitu jam 9 malam, sedangkan pendaratan pesawat Garuda yang membawa 69 WNI sekitar pukul 23.00 WIB.

Lebih lanjut Menhub mengatakan, Bandara Kertajati memiliki memiliki tempat yang luas, sehingga tidak akan mengganggu lalu lintas penerbangan.

Selama 3 hari, pesawat itu tidak bergerak dari tempatnya karena ada sterilisasi oleh Kementerian Kesehatan.

Sebagai informasi, para WNI akan mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Majalengka pada malam ini sekitar pukul 23.00 WIB.

Pesawat Garuda membawa 92 orang dengan rincian 69 ABK Diamond Princess diantaranya 2 wanita dan 67 pria, serta didampingi oleh 11 kru dan 12 tim pendamping.

Rencananya, setelah mendarat di Bandara Kertajati ke 69 WNI akan diangkut menggunakan 5 bus RSPAD Gatot Subroto menuju ke PLTU Indramayu milik PT PLN, kemudian dievakuasi menggunakan KRI Suharso dari dermaga PLTU Indramayu ke Pulau Sebaru guna karantina kesehatan selama 14 hari mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top