Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Omnibus Law, Sektor Logistik Klaim Tak Disinggung

Padahal ongkos logistik menjadi salah satu faktor yang membuat mahal biaya di Indonesia.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  15:45 WIB
Ilustrasi - Aktivitas di sebuah pesawat kargo logistik. - Bisnis/Istimewa
Ilustrasi - Aktivitas di sebuah pesawat kargo logistik. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor logistik diklaim hilang dari RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law, pelaku usaha terkait mempertanyakan komitmen pemerintah dalam mengurangi biaya logistik.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mempertanyakan tidak adanya poin logistik yang masuk dalam omnibus law, padahal ongkos logistik menjadi salah satu faktor yang membuat mahal biaya di Indonesia.

"Setelah saya membaca RUU Cipta Kerja, tidak ada satupun pasal yang bisa membuat biaya logistik turun. Kenapa poin mengenai logistik tidak masuk, padahal salah satu faktor yang membuat biaya di Indonesia tinggi adalah logistik," jelasnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, usulan klausul baru untuk memasukkan sektor logistik ke dalam omnibus law sulit dilakukan. Pasalnya, RUU Cipta Kerja tersebut sudah berada di DPR melalui usulan dari pemerintah.

Dia menilai dengan tidak adanya upaya konkret mengurangi biaya logistik termasuk melalui omibus law tersebut dapat membuat investor enggan masuk ke Indonesia karena biaya logistik yang mahal. Padahal, sebelumnya sektor logistik masuk dalam paket kebijakan ekonomi meskipun pada akhirnya tidak berjalan.

Selain itu, salah satu masukan yang paling penting adalah pemerintah menjalankan regulasi dengan konsisten dan transparan. Ini menjadi hal paling mendasar kalau ingin investasi di bidang logistik tumbuh.

"Contoh aturan ODOL [over dimention over load] yang plinplan dari pemerintah saja membuat investor jadi bingung untuk masuk ke sektor logistik," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik omnibus law
Editor : Rio Sandy Pradana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top