Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Properti Lesu, Tapi Hunian di Bawah Rp1 Miliar Laris Diburu Pasar

Hunian dengan harga di bawah Rp1 miliar diprediksi bakal laris diburu pasar di tahun ini, khususnya oleh segmen pengguna.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  19:55 WIB
Rumah Tapak. - Bisnis.com
Rumah Tapak. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar properti di bawah Rp1 miliar untuk subsektor residensial dan apartemen dinilai masih akan menjadi primadona dan bakal laris diburu pasar di tahun ini.

Pengamat bisnis properti Panangian Simanungkalit mengatakan bahwa penyerapan produk hunian dengan kisaran harga tersebut masih akan sangat diminati oleh kalangan end user alias segmen pengguna.

Tingginya minat konsumen end user terhadap produk hunian dengan kisaran harga di bawah Rp1 miliar ini terlihat dalam ajang pameran properti Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020  yang ditutup Minggu (23/2/2020). Selama ajang pameran tersebut, hunian yang harganya di bawah Rp1 miliar sangat diminati oleh para pengunjung.

"Iya benar bahwa pasar yang masih prospek pada saat ini adalah rumah dan apartemen di bawah Rp1 miliar," kata Panangian, Senin (24/2/2020).

Dia pun memperinci segmen harga yang masih laku dipasaran saat ini yang terbagi dalam tiga klaster. Pertama, rumah seharga Rp150 jutaan dengan skema subsidi FLPP dengan cakupan pasar para ASN dan pegawai swasta dengan tingkat penghasilan kurang dari Rp4,5 juta per bulan.

Klaster kedua, rumah dan apartemen seharga Rp350 juta hingga Rp500 jutaan, dengan pangsa pasar pegawai swasta kelas menengah perkotaan dan ASN yang memiliki jabatan lebih tinggi dan tingkat penghasilan sekitar Rp5 juta hingga Rp12juta per bulan.

Klaster ketiga, rumah dan apartemen dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar yang menyasar segmen kelas menengah perkotaan dan karyawan BUMN dengan tingkat penghasilan Rp12 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Adapun, rumah yang ditawarkan pengembang rata-rata beragam khususnya berada di kota satelit seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

"90 persen dari kalangan klaster pertama sampai dengan tiga adalah end user. Investor lebih banyak yang masuk di segmen rumah dan apartemen dengan harga di atas Rp1,5 miliar," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti apartemen rumah tapak hunian
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top