Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Erick Thohir Ingin Laba BUMN Bisa Tembus Rp300 Triliun

BUMN kerap disebut sebagai agen pembangunan dan juga sumber penerimaan. Laba bersih BUMN saat ini diperkirakan mencapai Rp180 triliun. Bagaimana caranya agar empat tahun lagi laba bersih BUMN bisa naik hampir dua kali lipat?
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  12:21 WIB
Meneg BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Wakil Menteri Kartika Wirjoatmajo (kedua kanan) dan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko (kedua kiri) saat mengikuti rapat kerja Panja Jiwasraya bersama komisi VI di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Dalam raker tersebut Panja meminta Kementerian BUMN segera membayarkan polis asuransi nasabah yang dimulai pada bulan Maret 2020.ANTARA FOTO - Muhammad Iqbal
Meneg BUMN Erick Thohir (tengah) bersama Wakil Menteri Kartika Wirjoatmajo (kedua kanan) dan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko (kedua kiri) saat mengikuti rapat kerja Panja Jiwasraya bersama komisi VI di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Dalam raker tersebut Panja meminta Kementerian BUMN segera membayarkan polis asuransi nasabah yang dimulai pada bulan Maret 2020.ANTARA FOTO - Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan perolehan laba bersih BUMN pada 2024 bisa meningkat lebih 50 persen dari jumlah saat ini sebesar Rp180 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dalam empat tahun mendatang, pihaknya berharap BUMN bisa menghasilkan laba bersih sebanyak Rp300 triliun.  Upaya untuk menggenjot perolehan laba hingga 66 persen itu menurtu Erick tidaklah mudah.

“Kami berharap bahwa nilai laba bersih yang hari ini sekitar Rp180 triliun dan pada 2024 kami berharap bisa mencapai Rp300-an triliun. Tidak mudah tapi kami coba tingkatkan hampir double,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Erick mengakui, tantangan bagi BUMN sudah ada di depan mata, terlebih kemajuan teknologi yang pesat telah menimbulkan disrupsi bagi beberapa BUMN. Walhasil, model bisnis BUMN pun harus ikut berubah.

Menurut Erick, salah satu strategi yang disiapkan oleh Kementerian BUMN untuk menggenjot laba adalah mengoptimalkan klasterisasi bidang usaha yang digeluti oleh BUMN.Klasterisasi ini akan mengklasifikasi BUMN sesuai dengan kemampuan dan fokus bisnis perusahaan BUMN.

Sejalan dengan peningkatan perolehan laba BUMN, Erick menyebut kontribusi kepada negara juga akan tumbuh hampir 50 persen dalam empat mendatang. Saat ini, kontribusi BUMN untuk negara berupa dividen, pajak, royalti, dan lain-lain mencapai kisaran Rp400 triliun.

“Kontribusi kepada negara, kami akan tingkatkan ke Rp700 triliun lebih. Ini adalah ujung yang ingin kami capai. Apalagi dengan dukungan daripada anggota dewan dan kementerian lain, karena tidak mungkin kami lakukan ini tanpa kerja sama yang baik,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top