Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Daftar Delapan Proyek Bendungan yang Rampung pada 2020

Kementerian PUPR menargetkan delapan bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional akan rampung pada tahun tahun ini.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  11:37 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau proyek Bendungan Sukamahi dan Ciawi di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (26/12/2018). - Bisnis/Yodie Hardiyan
Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau proyek Bendungan Sukamahi dan Ciawi di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (26/12/2018). - Bisnis/Yodie Hardiyan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan delapan bendungan yang menjadi Program Strategis Nasional akan rampung pada tahun tahun ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Sumber Daya Air menargetkan ada delapan bendungan di beberapa daerah yang akan rampung pengerjaannya di tahun ini. Pembangunan bendungan dilakukan untuk mendukung program ketahanan air dan pangan nasional.

Adapun, delapan bendungan yang ditargetkan rampung pengerjaannya di tahun ini antara lain adalah Bendungan Paselloreng di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bendungan Ladongi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Bendungan Tapin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kemudian, Bendungan Way Sekampung Provinsi Lampung, Bendungan Kuningan Provinsi Jawa Barat, dan tiga bendungan di Provinsi Jawa Timur yakni Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Tukul di Pacitan dan Bendungan Gongseng di Bojonegoro.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun meter kubik per tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar meter kubik per tahun dimana yang sudah dimanfaatkan sekitar 222 miliar meter kubik per tahun untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.

“Namun potensi sebesar itu, keberadaannya tidak sesuai dengan ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air. Dengan begitu pada saat musim hujan air ditampung untuk dimanfaatkan musim kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung atau setu untuk penampungan air,” katanya, dalam keterangan yang dirilis pada laman resmi Kementerian PUPR, Kamis (20/2/2020).

Dengan rampungnya pembangunan delapan bendungan tersebut, imbuhnya, akan menambah jumlah tampungan air sebesar 408,89 juta meter kubik.

Adapun, bendungan pertama yang telah rampung 100 persen konstruksinya, yakni Bendungan Paselloreng. Bendungan ini memiliki luas genangan 1.892 hektare dengan kapasitas tampung 138 juta meter kubik untuk mengairi 8.510 hektare sawah. Pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – PT Bumi Karsa, KSO (Kerjasama Operasi) dengan biaya Rp753,4 miliar.

Tiga bendungan lainnya yang juga akan rampung pada 2020 berada di Provinsi Jawa Timur yakni, Bendungan Tukul, Bendungan Bendo dan dan Bendungan Gongseng. Progres fisik Bendungan Tukul sudah mencapai 76,2 persen.

Bendungan tersebut memiliki daya tampung 8.68 juta meter kubik untuk untuk menyuplai irigasi seluas 600 hektare dan air baku 300 liter per detik. Pembangunan bendungan Tukul dimulai pada 2013 hingga 2020 dengan kontraktor PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp904 miliar.

Sementara itu, Bendungan Gongseng dibangun mulai 2013 hingga 2020. Bendungan ini nantinya memiliki kapasitas tampungan 22,43 juta meter kubik. Saat ini progres konstruksinya 76,03 persen.

Bendungan Bendo dengan kapasitas 43,11 juta meter kubik air saat ini progres fisiknya sudah sebesar 70,97 persen. Pembangunan Bendungan Bendo dikerjakan oleh PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya (KSO) dengan biaya total sebesar Rp1,08 triliun.

Bendungan lainnya yang ditargetkan akan selesai adalah Bendungan Ladongi yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Bendungan yang dimulai pembangunannya pada tahun 2016 ini memiliki kapasitas tampung 45,94 juta meter kubik untuk mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektare. Saat ini progres fisiknya sudah 71,22 persen.

Selain itu, Bendungan Tapin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang memiliki kapasitas tampung 56,77 meter kubik yang juga pembangunannya ditargetkan rampung pada 2020. Progres pembangunannya sudah mencapai 95 persen. Bendungan tersebut berpotensi memberikan layanan irigasi di Kabupaten Tapin sebesar 5.472 hektare.

Di Provinsi Lampung terdapat Bendungan Way Sekampung dengan kapasitas tampung 68 juta meter kubik yang akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi di daerah irigasi (DI) Sekampung seluas 55.373 hektare dan menambah areal irigasi DI Rumbia Extension seluas 17.334 hektare. Saat ini progres fisiknya sudah sebesar 84,50 persen

Terakhir di Provinsi Jawa Barat, Bendungan Kuningan seluas 221 hektare yang membendung Sungai Cikaro akan memiliki volume tampung total sebesar 25,96 juta meter kubik.

Dengan daya tampung tersebut, bendungan multifungsi ini akan menjadi sumber pengairan irigasi seluas 3.000 hektar sawah di dua daerah irigasi yaitu DI Cileuweung di Kabupaten Kuningan seluas 1.000 hektar dan DI Jangkelok di Kabupaten Brebes seluas 2.000 hektar. Saat ini progres fisiknya mencapai 97,50 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur bendungan Kementerian PUPR proyek strategis nasional
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top