Pengembang Ungkap Alasan Milenial Sulit Beli Rumah

Pengembang menilai persoalan utama yang dihadapi segmen milenial saat ini adalah keterjangkauan.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  17:56 WIB
Pengembang Ungkap Alasan Milenial Sulit Beli Rumah
Kaum milenial - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan milenial di sektor properti menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi para pengembang untuk dapat menyerap potensi pasar tersebut dengan optimal. 

Direktur PT Ciputra Development Harun Hajadi mengatakan bahwa potensi pasar di segmen milenial dinilai masih sangat besar untuk diserap beberapa tahun ke depan.

"Kita di Ciputra Group menggarap semua segmen termasuk the new emerging millenials. Namanya juga emerging, berarti tahun-tahun ke depan pasar ini akan membesar," katanya saat dihubungi, Rabu (12/2/2020). 

Harun menambahkan bahwa besarnya potensi di segmen tersebut bukan berarti tanpa kendala. Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi segmen pasar milenial saat ini adalah keterjangkauan. 

Masalah keterjangkauan, imbuhnya, terjadi karena kemampuan segmen pasar tersebut untuk pembiayaan properti masih belum memadai. Hal itu terjadi meskipun sejumlah perbankan telah menawarkan uang muka dan suku bunga yang minim.

"Karena mereka [milenial] baru masuk ke dalam dunia kerja, masih banyak dari mereka yang penghasilannya belum mencukupi," ujarnya

Selain itu, dia mengungkapkan adanya perbedaan gaya hidup dengan generasi sebelumnya menjadi tantangan tersendiri. Lagi pula, kalangan milenial yang belum berkeluarga cenderung masih ingin menghabiskan waktunya untuk bersosialisasi.  

Mengenai konsep hunian yang digemari oleh kalangan milenial, dia menyatakan sebagian besar segmen pasar tersebut lebih memilih tempat tinggal yang lokasinya berdekatan dengan tempat kerjanya. 

"Satu lagi, mereka juga sering pindah kerja, maka pasar yang cocok untuk mereka kebanyakan sewa tempat tinggal," ungkapnya. 

Pemerintah sendiri sebenarnya telah memberikan sejumlah insentif agar kalangan milenial memiliki rumah. Harun berpendapat bahwa hal itu dilakukan karena kalangan milenial adalah aset yang akan berkontribusi di masa depan.  

Berdasarkan catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2019, diperkirakan terdapat 81 juta orang dari generasi milenial yang belum memiliki rumah. Angka itu setara dengan 31% populasi Indonesia. 

Sebelumnya, Ketua Umum DPD Real Estate Indonesia (REI) DPD Jakarta Arvin Iskandar mengatakan pasar perumahan bagi kaum milenial dinilai sangat besar.

Adapun, potensi pasar properti yang paling besar diprediksi masih berada di wilayah di Jabodetabek. Kebutuhan hunian bagi kaum millenial menjadi peluang bagi pengembang di segmen residensial.

Menurutnya, tak sedikit pengembang yang saat ini menyasar kaum milenial dengan program khusus yang ditawarkan seperti harga terjangkau, cicilan ringan, hingga uang muka nol persen dengan jangka waktu yang panjang. 

Hanya saja, dia memberi catatan agar generasi ini perlu dibantu dalam hal persetujuan kredit kepemilikan rumah di perbankan.

"Jangan sampai nanti yang diminta seperti plafon [kredit] itu menghambat [untuk memiliki rumah],” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ciputra, properti, rei, pengembang properti

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top