Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Paramount Land Tunggu Sinyal Pasar di Ibu Kota Baru

Paramount Land akan mengembangkan properti di lokasi ibu kota baru setelah adanya kepastian pasar yang dapat menyerap.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  18:15 WIB
ilustrasi - jibiphoto
ilustrasi - jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang properti Paramount Land masih menantikan momentum yang tepat untuk mulai pengembangan properti di Ibu Kota Negara Indonesia yang baru di Kalimantan Timur.

Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho mengatakan bahwa Paramount Land belum akan membangun di lahan Ibu Kota Negara (IKN) dalam waktu dekat.

“Kami belum ada niat untuk segera membangun di ibu kota baru, karena sekarang kan belum ada pasarnya. Nanti percuma kita meluncurkan [produk] di sana malah tidak terserap,” kata Ervan usai media gathering di Gading Serpong, Selasa (11/2/2020). 

Meskipun sudah ada sinyal dari pemerintah bahwa ibu kota akan resmi berpindah pada 2024, tetapi Ervan menyebut bahwa pasarnya belum tentu besar karena tidak semua pegawai di pemerintahan akan pindah atau mau pindah ke ibu kota baru. 

“Kalau sudah ada kejelasan pasarnya kami pasti akan bergerak,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Associate Director Paramount Land M. Nawawi mengatakan bahwa Paramount Land sudah memiliki lahan di Kalimantan Timur jauh sebelum keputusan pemindahan ibu kota.

Dengan sudah adanya pemilikan lahan di lokasi ibu kota baru, Paramount Land menyebut hal itu menjadi keuntungan tersendiri. Terlebih pengembangan ibu kota bukanlah pengembangan jangka pendek, karena prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu hingga puluhan tahun.

Harapannya, pemindahan ibu kota nantinya bisa menjadi ladang bisnis baru bagi pengembang properti. Selain itu, harapannya pengembang properti, terutama dari swasta bisa ikut dilibatkan dalam pembangunan ibu kota baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti Pemindahan Ibu Kota Paramount Land
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top