Harap-Harap Cemas, Gapasdap Tunggu Penaikan Tarif Penyeberangan

Penaikan tarif akan diterapkan pada 20 lintasan penyeberangan domestik.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  19:17 WIB
Harap-Harap Cemas, Gapasdap Tunggu Penaikan Tarif Penyeberangan
Truk memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Truk ekspedisi dan angkutan barang mempercepat pengiriman ke Indonesia bagian timur, sebelum jalur penyeberangan Jawa-Bali ditutup bagi angkutan barang dan diprioritaskan untuk pemudik pada H-4 Idulfitri. - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi pengusaha penyeberangan menunggu realisasi keputusan pemerintah dalam menaikan tarif penyeberangan yang dinilai sudah berlarut-larut.

Ketua DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Soetomo mengatakan telah menunggu lama adanya penaikan tarif penyeberangan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penaikan tarif akan diterapkan pada 20 lintasan penyeberangan domestik.

"Kami sedang menunggu keputusan tersebut sekarang, kami tidak lagi bicara persentase. Angka-angka sedang digodok oleh Kemenko Maritim dan Investasi, meskipun tidak seperti angka yang diharapkan karena sangat bervariasi sangat detail," jelasnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (10/2/2020).

Dia menuturkan saat ini yang terpenting adalah adanya penyesuaian tarif penyeberangan karena sudah tiga tahun tidak mengalami kenaikan. Kendati demikian, tetap berharap agar penyesuaian tarif penyeberangan tidak dilakukan bertahap seperti rencana awal yang diusulkan ke pemerintah.

Menurutnya, alasan meminta agar kenaikan tarif dilakukan sekaligus karena dua hal yakni sudah lama tarif tidak naik dan karena waktu operasi yang rendah terutama untuk penyeberangan lintasan Merak-Bakauheni.

"Hari operasi kami sangat rendah di Merak-Bakauheni saja hanya 11 hari per bulan. Permohonan kenaikan tarif ini sudah dari September 2018 sampai sekarang belum dilaksanakan," ungkapnya.

Khoiri mengaku sudah mendapatkan komitmen dari Kemenhub serta Kemenko Bidang Maritim dan Investasi bahwa tarif segera dinaikkan. Rencana mogok beroperasi juga telah diurungkan setelah mendapatkan respons positif tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengakui juga menantikan keputusan pemerintah tersebut.

"Saya sungguh berharap tidak perlu sampai ada mogok, tidak perlu ada hal ekstrim yang dilakukan oleh industri. Kalau ASDP anaknya pemerintah dengan fungsi utamanya adalah pelayanan," ujarnya.

Kemenhub merencanakan kenaikan tarif penyeberangan sebesar 10 persen di lintasan Merak-Bakauheni, sebesar 14 persen di Katapang-Gilimanuk dan 28 persen di lintasan lainnya.

Adapun, keduapuluh lintasan tersebut yakni Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Tanjung Kelian - Tanjung Api-Api, Lembar-Padangbai, Siwa-Lasusua, Sape-Waikelo, Sape-Labuan Bajo, Balikpapan-Taipa, Balikpapan-Mamuju, dan Bitung-Ternate.

Selain itu, lintasan Bajo'e-Kolaka, Bira-Sikeli, Pagimana-Gorontalo, Bitung-Tobelo, Karimun-Mengkapan, Batam-Kuala Tungkal, Surabaya-Lembar, Batam-Mengkapan, Sape-Waingapu, Mengkapan-Tangjungpinang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, feri penyeberangan, gapasdap

Editor : Rio Sandy Pradana
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top