Pengusaha Minta Pembangunan 27 Kawasan Industri Prioritas Dikebut

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan bahwa saat ini kawasan industri yang sudah terbangun baru ada sembilan
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  21:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah melalui rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020 – 2024 berupaya mendorong penyebaran kawasan industri ke luar Pulau Jawa.

Sebagai bagian dari program tersebut, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah mengembangkan kawasan industri prioritas. 

Salah satu yang baru saja ditunjuk menjadi kawasan industri prioritas adalah Kawasan Industri Teluk Weda yang dikelola oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dengan total luasan mencapai 2.000 hektare.

Kawasan Industri Weda Bay adalah kawasan industri terpadu untuk dijadikan pusat pengolahan logam dasar nikel dan turunannya yang saat ini masih dalam proses pembangunan. 

Diperkirakan, kawasan industri tersebut bisa mulai beroperasi pada 2022 mendatang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja. 

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan bahwa saat ini kawasan industri yang sudah terbangun baru ada sembilan. 

Sembilan kawasan industri tersebut antara lain adalah Sei Mangkei, Morowali, Bantaeng, Tanjung Buton dan Dumai, Berau, Tanah Kuning, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Kendal, dan Wilmar. 

“Sisa 18 lainnya masih dalam tahap pengembangan. Harapannya bisa semua mulai dibangun pada tahun ini,” katanya kepada Bisnis, Senin (10/2/2020).

Dia menyebutkan kedelapan belas kawasan industri tersebut akan tersebar di luar Jawa yaitu di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Barat. 

“Ada satu yang di Jawa nanti hanya ada di Brebes,” imbuhnya.

Adapun, kawasan industri yang dimiliki dan dikelola oleh perusahaan asing juga memiliki kesempatan untuk menyandang predikat kawasan industri prioritas.

“Yang dikelola asing tetap bisa, mungkin ada yang bentuknya kerja sama seperti yang di kawasan industri Morowali. Kawasan industri itu pakai banyak tenaga kerja dari China,” jelasnya. 

Dengan adanya tambahan kawasan-kawasan industri baru, Sanny berharap transaksi kawasan industri di seluruh Indonesia pada tahun ini bisa tumbuh sekitar 20%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, lahan industri, himpunan kawasan industri

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top