Pasokan Lahan Industri Bertambah, Peluang Investor Asing Makin Besar

Berdasarkan laporan JLL, pada tahun ini diprediksi akan ada tambahan lahan industri sebanyak 58 hektare.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  20:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pada tahun ini kawasan industri diperkirakan akan mendapat tambahan pasok yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan jumlah pasokan pada tahun lalu.

Berdasarkan laporan JLL, pada tahun ini diprediksi akan ada tambahan lahan industri sebanyak 58 hektare atau naik dari total tambahan pasok yang tak sampai 20 hektare pada 2019. 

“Sekitar 20 hektare tambahan lahan disumbang oleh proyek dari Logos Metrolink di Bekasi, sedangkan hampir sekitar 18 hektare dari Mega Manunggal Property dan sisanya berasal dari tambahan lahan di beberapa kawasan lainnya,” ungkap Head of Research JLL Indonesia James Taylor, dikutip melalui laporan tertulis, Senin (10/2/2020). 

Taylor juga menyebut bahwa permintaan lahan industri masih didominasi di Bekasi dan Cikarang. Hal itu didorong oleh pengembangan infrastruktur yang semakin memadai dan masih ditambah dengan beberapa pengembangan infrastruktur lainnya yang masih berjalan.

“Sekitar 60% permintaan masuk ke kawasan industri di Bekasi dan Cikarang, sisanya ke Karawang, Depok, Bogor, dan Tangerang,” ucapnya. 

Dengan tambahan pasok lahan tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa menampung industri-industri yang sedang berkembang dan juga masuknya perusahaan-perusahaan asing.

“Saat ini industri e-commerce sedang gencar berkembang, ditambah lagi beberapa perusahaan asing dari industri otomotif, material bangunan, baja, dan manufaktur juga akan banyak yang masuk. Mereka bisa menjadi pengisi lahan yang potensial ke depannya,” ungkapnya. 

Dengan banyaknya industri yang masih melakukan ekspansi, harapannya bisa mulai mendorong harga lahan kawasan industri yang selama ini masih stagnan. Namun, hal ini tetap harus dibarengi dengan tambahan pasok lahan untuk menampung permintaan yang ada.

“Kalau lahan tidak bertambah, permintaan tidak bisa terserap. Pada akhirnya harga juga tidak bisa bergerak naik,” ujarnya. 

Sementara itu, merujuk laporan JLL Indonesia, saat ini hampir seluruh lahan kawasan industri di Jabodetabek sudah penuh. 

Lahan di Depok, Bogor, dan Tangerang tercatat sudah terisi 100%, kemudian di Jakarta terisi 97%, disusul oleh Cikarang dan Karawang yang terisi 95%, dan Bekasi terisi 90%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lahan industri, properti

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top