Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kawasan Industri Luar Jawa Perlu Fokus ke Sektor Hulu

Pengembangan industri hulu membutuhkan investasi yang lebih mahal dan lahan yang lebih luas.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  14:48 WIB
Ilustrasi kawasan industri. - Dok. Kemenperin
Ilustrasi kawasan industri. - Dok. Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menilai pengembangan kawasan industri di luar Pulau Jawa perlu difokuskan untuk penguatan sektor hulu agar dapat menyokong pertumbuhan dan rantai pasok industri hilir.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman mengapresiasi rencana pemerintah untuk melanjutkan perluasan industri di luar Pulau Jawa dengan berfokus pada sumber daya alam. Menurutnya, selama ini pertumbuhan industri hilir yang signifikan tidak dibarengi peningkatan industri hulu yang kurang berkembang.

Pasalnya, pengembangan industri hulu membutuhkan investasi yang lebih mahal dan lahan yang lebih luas.

"Pengembangan industri hulu ini untuk mendukung industri hilir yang tumbuh lebih cepat. Luar Jawa ini jadi pilihan sebab industri hulu butuh lahan lebih luas," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (12/1/2020).

Guna mendukung pengembangan industri di luar Pulau Jawa, Adhi menilai pertama-tama pemerintah perlu memberikan insentif yang berbeda kepada industri hulu. Insentif lebih tinggi dinilai lebih layak diberikan kepada segmen industri tersebut.

"Pemerintah juga perlu memikirkan skema pinjaman lunak, seperti dahulu pengembangan industri sawit yang dibantu dengan skema pendanaan serupa. Saat ini kita bisa menikmati hasilnya dari industri sawit."

Adhi mengingatkan perlunya penguatan infrastruktur di luar Pulau Jawa. Menurutnya, selama ini hambatan pengembangan konsep tol laut terkendala akibat infrastruktur di daerah masih kurang.

Dengan program prioritas kawasan industri di luar Pulau Jawa, jelasnya, pemerintah bisa menjalankan konsep tersebut.

"Rencana tol laut itu sangat baik, tetapi kapal harusnya pergi pulang dengan muatan sama. Saat ini, muatan kapal dari luar Jawa masih sehingga konsep itu tidak jalan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan industri
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top