Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KIJA: Pabrik dan Gudang Seharga Rp3 Miliar Laris Diserbu Pasar

Properti berupa pabrik atau gudang siap pakai di kawasan industri dengan kisaran harga Rp3 miliar sampai Rp8 miliar paling diminati oleh pasar.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  21:26 WIB
Ilustrasi - mmproperty.com
Ilustrasi - mmproperty.com

Bisnis.com, JAKARTA – Permintaan properti di kawasan industri mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada kuartal IV/2019. Gudang atau pabrik dengan seharga Rp3 miliar menjadi yang paling banyak diserbu investor. 

Direktur PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Hyanto Wihadhi menyebutkan bahwa saat ini yang menjadi tren adalah pabrik atau gudang siap pakai dengan kisaran harga Rp3 miliar sampai Rp8 miliar. 

Adapun, dari segi ukuran yang paling banyak diincar adalah di kisaran 500 meter persegi sampai dengan 2.000 meter persegi. 

“Saat ini pabrik besar juga banyak yang baru mulai masuk khususnya dari perusahaan otomotif. Itu bisa mendorong pertumbuhan industri pendukung juga sehingga menjadi peluang baru bagi kawasan industri,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (10/2/2020). 

Selain itu, dengan adanya pengembangan lokasi kawasan industri baru, terutama di luar Jawa dinilai bisa memperbanyak pilihan dan membuka peluang bagi investor untuk menyesuaikan pasar dan kemampuan usaha mereka, termasuk kedekatan dengan bahan bakunya. 

Hal itu juga membuka peluang lebih besar bagi perusahaan asing untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia. 

Beberapa perusahaan asing yang mulai mengincar kawasan industri di Indonesia antara lain berasal dari perusahaan otomotif, tekstil, dan pengolahan hasil tambang.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan ada beberapa hal yang dianggap sebagai sentimen positif dalam upaya pengembangan kawasan industri. Hal-hal yang dimaksud antara lain adalah situasi politik yang sudah reda.

Selain itu, rencana pemerintah untuk menyederhanakan aturan-aturan melalui RUU Omnibus Law juga akan membawa angin segar bagi pengembangan properti di kawasan industri. 

“Adanya omnibus law diharapkan akan meningkatkan peluang kerja dan berdampak pada kemudahan usaha dan kepastian hukum, sehingga investor asing akan kembali melirik Indonesia,” imbuhnya. 

Melihat harga yang masih stagnan, Hyanto mengatakan bahwa ke depannya KIJA akan melakukan peningkatan kualitas pelayanan dan kualitas infrastruktur, khususnya dengan adanya Cikarang Dry Port di Jababeka.

“Harapannya strategi tersebut akan mendorong investasi dari perusahaan logistik dan pergudangan, termasuk trading untuk masuk ke Jababeka,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti lahan industri
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top