Transportasi Gas Indonesia Dapat ISO 45001: 2018 dari Sucofindo  

Sertifikat Occupational Health and Safety Management System Requirements ISO 45001:2018 dengan ruang lingkup sertifikasi: Natural Gas Transporter Through Pipeline SECTOR CODE: 49:50
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  12:00 WIB
Transportasi Gas Indonesia Dapat ISO 45001: 2018 dari Sucofindo  
Penyerahan ISO 45001:2018 diberikan langsung oleh Direktur Komersial 1 PT SUCOFINDO (Persero) Herliana Dewi kepada Direktur Utama PT Transportasi Gas Indonesia Zuryati Simbolon - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sucofindo menyerahkan sertifikat Occupational Health and Safety Management System Requirements ISO 45001:2018 dengan ruang lingkup sertifikasi: Natural Gas Transporter Through Pipeline SECTOR CODE: 49:50 kepada PT Transportasi Gas Indonesia.

Penyerahan itu dilakukan oleh Direktur Komersial 1 Sucofindo Herliana Dewi kepada Direktur Utama PT Transportasi Gas Indonesia Zuryati Simbolon. Herliana menyampaikan apresiasinya kepada PT Transportasi Gas Indonesia atas keberhasilannya meraih Sertifikat Occupational Health and Safety Management System Requirements ISO 45001:2018.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen para pimpinan dan jajaran manajemen PT Transportasi Gas Indonesia terhadap komitmen penerapan standar K3 di internal perusahaan dan menjadikannya sebagai prioritas utama,” kata Herliana belum lama ini.

Dia menuturkan bahwa saat ini tuntutan pasar terhadap perusahaan tak hanya sebatas profit semata, tapi juga perlu diperhatikan dalam menjaga reputasi perusahaan, di antaranya dengan penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

ISO 45001:2018 ini dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya karena mempunyai pola struktur standar terkini dan mampu menunjang dalam peningkatan kinerja aspek K3 di perusahaan.

Selain itu, menurut Herliana, ISO 45001:2018 mensyaratkan integritas penggabungan dari aspek kesehatan dan keselamatan kerja dalam keseluruhan sistem manajemen organisasi.

“Ini juga mampu mendorong top manajemen untuk memiliki peran kepemimpinan yang kuat terhadap sistem manajemen K3,” jelasnya.

Herliana berharap dengan penerapan Sistem Manajemen K3 dapat menciptakan tempat kerja yang aman dan selamat, sehingga dapat tercapai produktivitas yang optimal, serta dapat membangun budaya K3 di setiap insan PT Transportasi Gas Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sertifikasi, iso

Editor : David Eka Issetiabudi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top