Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPR Desak Sucofindo Kembalikan Limbah Plastik ke Negara Asal

Pada sidak yang dilakukan Komisi IV DPR serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (23/1/2020), ditemukan limbah plastik di dalam 70 peti kemas atau kontainer.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  22:02 WIB
Tumpukan limbah plastik - Reuters/Ilustrasi
Tumpukan limbah plastik - Reuters/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi IV DPR mendesak PT Sucifindo mengembalikan peti-peti berisi limbah plastik yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok ke negara asal.

Pada sidak yang dilakukan Komisi IV DPR serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (23/1/2020), ditemukan limbah plastik di dalam 70 peti kemas atau kontainer.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mengatakan sampah plastik tersebut merupakan hasil impor dari tiga negara, yakni Amerika, Inggris, dan Australia.

Menurut Dedy, PT Sucofindo selaku pengimpor menyebutkan bahwa sampah plastik limbah ini merupakan bahan baku biji plastik yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan.

"Kalau dikatakan itu bahan scrab untuk biji plastik, menurut saya tidak. Itu adalah sampah yang berasal dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang dipres, kemudian dimasukkan ke kontainer. Sampah ini harus segera dikembalikan ke negara asalnya," tegas Dedi dalam keterangan resmi, Jumat (24/1/2020).

Menurut Dedi sampah yang awalnya berjumlah 70 kontainer itu akan bertambah menjadi 1.015 kontainer. Kontainer-kontainer yang berisikan limbah plastik akan berdatangan dari 14 pelabuhan menuju Tanjung Priok. 

Anggota Komisi IV DPR Yohanis Fransiskus Lema menilai penemuan 70 kontainer limbah plastik ini menjadi bukti kuat masih lemahnya pengawasan terhadap praktik barang-barang impor di lapangan. 

"Bagaimana peti-peti kemas limbah tersebut bisa lolos dan mendapat lampu hijau untuk masuk dalam wilayah Indonesia tentu mengindikasikan adanya permasalahan. Ini harus ditelusuri sejelas-jelasnya untuk ditemukan aktornya, agar ditindak tegas," tuturnya.

Penanganan sampah plastik di Indonesia menurutnya perlu mendapatkan perhatian serius. Berdasarkan data BPS, pada 2016 lalu jumlah timbunan sampah di Indonesia mencapai 65,2 juta ton per tahun dengan penduduk sebanyak 261.115.456 orang. Hitungannya adalah, pertambahan jumlah penduduk akan meningkatkan jumlah produksi sampah.

Menurut proyeksi BPS, pada 2025 jumlah penduduk Indonesia sebanyak 284.829.000 orang. Jika diasumsikan jumlah sampah yang dihasilkan per tahun adalah sama, maka jumlah sampah yang akan bertambah sebesar 5.928.386 ton pada 2025. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

limbah plastik
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top