Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MRT Bakal Lewat Tangsel, Airin Beberkan Trayeknya

Saat ini, tahapan pengembangan MRT Tangsel masih berupa pra feasibility study (FS) atau pra studi kelayakan yang dibuat oleh PT MRT Jakarta dan sudah diberikan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  13:48 WIB
Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Airin Rachmi Diany bersama dengan Wali Kota lainnya, bertemu Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan permasalahan perkotaan di Istana Presiden Bogor hari ini Senin (23/7/2018). - Bisnis/David Eka Issetabudi
Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Airin Rachmi Diany bersama dengan Wali Kota lainnya, bertemu Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan permasalahan perkotaan di Istana Presiden Bogor hari ini Senin (23/7/2018). - Bisnis/David Eka Issetabudi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah merilis rencana trayek moda raya terpadu (MRT) yang akan dibangun dan menjadi proyek strategis nasional (PSN).

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) karena pembiayaannya sangat besar. Diperkirakan proyek tersebut bakal menelan dana hingga Rp1 triliun per kilometer pembangunan.

"Trayeknya adalah dari Lebak Bulus, nanti masuk ke Ciputat, lalu masuk ke Pamulang, terus ke Puspitek, lalu ke Rawa Buntu. Akan tetapi, rencana trayek tersebut masih bisa berubah karena masih dalam tahap kajian," kata Airin, Selasa (4/2/2020).

Saat ini, tahapan pengembangan MRT Tangsel masih berupa pra feasibility study (FS) atau pra studi kelayakan yang dibuat oleh PT MRT Jakarta dan sudah diberikan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub. Setelah itu, ada beberapa tahapan tambahan agar proyek tersebut dapat dikerjasamakan dengan swasta menggunakan skema KPBU.

Pihaknya berhadap proyek MRT di wilayahnya masuk ke dalam PSN agar diprioritaskan pemerintah pusat dan terjadi percepatan dalam proses pembangunan.

"Kami lagi berusaha untuk masuk ke dalam PSN. Kalau sudah masuk ke dalam proyek strategis nasional kan nanti ada percepatan," jelasnya.

Berdasarkan pengalamannya, ketika sebuah proyek dimasukkan ke dalam PSN, akan ada asistensi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan kementerian/kembaga (K/L) terkait.

Dia menegaskan pemkot akan mengikuti keputusan dari pemerintah pusat mengenai penunjukkan penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK). Paslanya, daerahnya merupakan perbatasan dua provinsi yakni Banten dan DKI Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top