Virus Corona: IWIP Cegah Penularan di Lokasi Proyek

Lebih dari 50 juta orang telah "dikurung" di dalam dan sekitar Wuhan, kota industri pusat di mana wabah pertama kali dimulai, dalam upaya otoritas untuk menghentikan infeksi yang telah menyebar ke kota-kota lain di China dan ke negara-negara lain
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  17:48 WIB
Virus Corona: IWIP Cegah Penularan di Lokasi Proyek
Tenaga medis menggunakan pakaian pelindung khusus saat merawat pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, di Wuhan, Provinsi Hubei, China Senin(27/1 - 2020). China Daily via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menyatakan telah mengantisipasi wabah virus corona sejak 7 Januari 2020.

Kasus pertama virus corona baru (2019-nCoV) Wuhan berada di luar China adalah tanggal 13 Januari 2020 di Thailand.

Seperti diberitakan Bisnis.com,  lebih dari 50 juta orang telah "dikurung" di dalam dan sekitar Wuhan, kota industri pusat di mana wabah pertama kali dimulai, dalam upaya otoritas untuk menghentikan infeksi yang telah menyebar ke kota-kota lain di China dan ke negara-negara lain.

"Tidak ada staf PT Indonesia Weda Bay Industrial Park yang positf menderita virus korona. Apabila ada informasi yang dikeluarkan bukan oleh Departemen Media dan Komunikasi External PT IWIP, berita tersebut adalah tidak benar," ujar Associate Director Media & Public Relations IWIP Agnes Ide Megawati dalam keterangan tertulis, Kamis (30/1/2020).

Agnes mengatakan IWIP telah memberlakukan moratorium karyawan China sejak 22 Januari 2020 hingga waktu yang belum ditentukan. Selain itu, ujarnya, akses karyawan di kawasan proyek juga akan dibatasi selama 28 Januari - 10 Februari.

Selain itu, Agne menyampaikan pihaknya telah melakukan pemeriksaan suhu badan karyawan PT IWIP di Bandara Fuzhou, China sebelum diberangkatkan ke tempat operasi perseroan di Maluku Utara. Selain itu, lanjutnya, perseroan juga mempersiapkan tim medis untuk melakukan sosialisasi kepada karyawan di lapangan terkait virus korona beserta pencegahannya.

Agnes berujar pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Halmahera Tengah dalam mengantisipasi wabah virus corona  dan melakukan pemeriksaan medis bagi seluruh karyawan.

Di sisi lain, Agnes mengatakan perseoran akan tetap mengoperasikan smelter ferronikel di kawasan industri pada akhir kuartal I/2020.  Adapun, lanjutnya, IWIP telah memiliki fasilitas yang cukup lengkap di kawasan seperti pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, jalan, dan akomodasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : David Eka Issetiabudi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top