Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Tumbuh, Prospek Sektor Pertanian Kian Cerah

Badan Koordinasi Penananaman Modal (BKPM) memperlihatkan bahwa realisasi investasi dalam negeri (PMDN) sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sepanjang 2019 menyentuh Rp43,6 triliun, naik 39,74 persen dibandingkan realisasi pada 2018 yang berada di angka Rp31,2 triliun.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  17:16 WIB
Petani memanen kentang di Desa Cicayur, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Rachman
Petani memanen kentang di Desa Cicayur, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Tumbuhnya realisasi investasi di sektor pertanian dinilai pelaku usaha tak lepas dari adanya peluang peningkatan konsumsi domestik. Prospek pasar dalam negeri diperkirakan masih akan terus tumbuh seiring bertambahnya daya beli masyarakat.

Laporan Badan Koordinasi Penananaman Modal (BKPM) memperlihatkan bahwa realisasi investasi dalam negeri (PMDN) sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sepanjang 2019 menyentuh Rp43,6 triliun, naik 39,74 persen dibandingkan realisasi pada 2018 yang berada di angka Rp31,2 triliun.

Peningkatan dalam jumlah besar pun terlihat dari performa sektor kehutanan yang tumbuh 203 persen menjadi Rp9,4 triliun dibandingkan realisasi investasi pada 2018 yang berjumlah Rp3,1 triliun. Adapun untuk sektor perikanan, realisasi penanaman modal domestik tercatat tumbuh dua kali lipat dari Rp100 miliar menjadi Rp200 miliar.

"Rata-rata konsumsi protein hewani di Indonesia sendiri masih rendah. Jika pembangunan berhasil dan daya beli masyarakat semakin baik tentunya menjadi peluang yang lebih besar [bagi dunia usaha]," kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Bidang Peternakan dan Perikanan Anton J. Supit ketika dihubungi Bisnis, Rabu (29/1/2020).

Secara gamblang, Anton mengemukakan investasi sendiri dilaksanakan dengan mempertimbangkan prospek kebutuhan. Hal senada pun diamini oleh Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), salah satu BUMN sektor agribisnis, Eko Taufik Wibowo.

Eko menyebutkan bahwa investasi pada tanaman pangan dan perkebunan sepanjang 2019 turut dipacu oleh kebijakan dalam negeri. Dia memberi contoh pada kebijakan mandatori biodiesel yang diterapkan guna memacu konsumsi CPO domestik. Menurutnya, kebijakan tersebut telah mendorong banyak perusahaan untuk berinvestasi lebih banyak di sisi hulu sampai pengolahan demi menjamin produksi.

"Untuk sawit misalnya, banyak perusahaan yang menyuntikkan investasi untuk peremajaan tanaman demi menghadap mandatori biodiesel yang memang sangat atraktif. Di gula sendiri permintaan gula mentah meningkat terus sehingga pabrik investasi untuk revitalisasi," kata Eko.

Dari realisasi investasi yang tercatat sepanjang 2019, bidang usaha di sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan membukukan total 1.745 proyek. Adapun untuk industri kayu, total proyek berjumlah 366 dengan nilai PMDN Rp1,58 triliun dan perikanan senilai Rp247,5 miliar dengan 111 proyek.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi pertanian
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top