Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KPR yang Diajukan Ingin Berjalan Lancar? Begini Caranya!  

KPR masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk membeli rumah. Namun, masyrakat acapkali terkendala oleh rumitnya proses administrasi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  07:14 WIB
Pekerja mengerjakan pembangunan salah satu perumahan mewah di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/1). Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan, kredit real estate tumbuh 8,7 persen atau menjadi Rp135,7 triliun per November 2017, sementara kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) tumbuh 11 persen. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra
Pekerja mengerjakan pembangunan salah satu perumahan mewah di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/1). Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan, kredit real estate tumbuh 8,7 persen atau menjadi Rp135,7 triliun per November 2017, sementara kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) tumbuh 11 persen. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Membeli rumah dengan sistem pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama mayoritas masyarakat Indonesia.

Namun, meskipun sudah banyak jalan untuk mempermudah proses pengajuannya, kadang proses administrasi KPR masih banyak dianggap rumit dan memakan waktu lama.

Mengutip situs jual beli properti daring Lamudi.com, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar mengurus KPR bisa lebih mudah. Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman menjelaskan bahwa hal utama yang harus dilakukan sebelum memulai mengajukan KPR adalah mempersiapkan seluruh dokumen yang diperlukan.

"Biasanya, ada beberapa persyaratan umum yang biasanya diajukan oleh semua bank yang ada di Indonesia. Walaupun, ada juga beberapa bank yang memiliki persyaratan khusus yang berbeda dari bank lainnya," ungkapnya melalui laporan tertulis yang diterima Bisnis, Rabu (29/1/2020).

Hal pertama yang perlu diperhatikan agar mengurus KPR lebih lancar adalah dengan meminta bantuan kepada pengembang, jangan lupa untuk pilih perumahan dari pengembang yang terpercaya. 

Umumnya, pengembang perumahan yang terpercaya akan dengan siap membantu dan akan mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan. Mereka biasanya akan mengajukan KPR ini ke beberapa bank sekaligus agar proses pengurusan administrasi KPR bisa dilakukan sekaligus dan menyediakan strategi cadangan apabila ada bank yang menolak KPR yang diajukan.

Upaya selanjutnya adalah dengan mencermati semua persyaratan dokumen yang diperlukan, yakni memperhatikan persyaratan sesuai dengan profesi. 

"Biasanya persyaratan dokumen yang diperlukan antara profesional, wiraswasta dan juga karyawan atau pegawai, serta level pendapatan tertentu akan memiliki persyaratan yang berbeda-beda," lanjut Polman.

Jika merasa sudah memenuhi persyaratan yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah mengatur secara rapi semua dokumen yang diperlukan. Langkah ini akan memudahkan pihak bank untuk memeriksa semua dokumen yang diajukan dan segera menghubungi pengaju KPR ketika ada dokumen yang masih kurang lengkap. 

"Biasanya bank juga akan lebih senang memeriksa semua persyaratan dokumen yang rapi ketimbang dokumen yang tidak ditata dengan rapi. Ini tentu akan memberikan dampak positif bagi calon pembeli rumah," tambah Polman.

Kemudian, pengaju KPR sebaiknya juga memiliki salinan dari semua dokumen yang dikumpulkan ke bank. Salinan juga bisa dibuat menjadi file elektronik sehingga bisa dengan mudah dikirimkan lewat surel atau cara lainnya jika diperlukan. 

Perhatikan juga catatan rekening beberapa bulan sebelum mengajukan KPR. Catatan rekening bank baik akan membantu pengurusan administrasi KPR menjadi lebih cepat dan mudah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr perumahan rumah subsidi lamudi
Editor : Yustinus Andri DP
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top