Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani: Ekonomi China Bisa Di Bawah 6 Persen Akibat Virus Corona

Akibat wabah virus corona, Sri Mulyani menilai potensi domestik China terutama konsumsi tidak bisa direalisasikan dan laju pertumbuhan ekonomi Negeri Panda ini akan kehilangan momentum.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  14:22 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan konferensi pers APBN KiTa di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (16/5/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan konferensi pers APBN KiTa di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (16/5/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi China berpotensi di bawah 6% akibat wabah virus Corona di negeri tersebut.

Berkaca pada pengalaman wabah SARS di China, Sri Mulyani melihat wabah yang terjadi pada satu kuartal memiliki pengaruh hingga dua kuartal setelahnya.

"Ini menimbulkan pesimisme yang menggulung ekonomi pada Januari ini. Biasanya Tahun Baru China dianggap sebagai salah satu momentum China bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui konsumsi mereka," ujar Sri Mulyani, Selasa (28/1/2020).

Dengan merebaknya wabah penyakit baru tersebut, dia menilai potensi domestik China terutama konsumsi tidak bisa direalisasikan dan laju pertumbuhan ekonomi China kehilangan momentumnya.

Dia mengimbau dnamika ini bagaimanapun perlu diwaspadai oleh Indonesia dalam rangka mengantisipasi dampak perekonomian yang muncul akibat wabah tersebut.

"Ini menggambarkan bahwa risiko itu bisa unpredictable dan very volatile. Semua negara wajib selalu mewaspadai dan menyiapkan instrumen kebijakan untuk terus bertumbuh," kata Sri Mulyani.

Sebagai catatan, virus Corona adalah adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Beberapa virus Corona yang dikenal beredar pada hewan tetapi belum terbukti menginfeksi manusia.

Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Tanda dan gejala umum infeksi virus Corona antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas.

Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani virus corona
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top