Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspedisi Kapal Padewakang ke Australia Perkuat Potensi Maritim

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mendukung acara Pelepasan Ekspedisi Pelayaran Kapal Padewakang ke Australia.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  01:35 WIB
Kapal Padewakang melakukan ekspedisi dari Bulukumba ke Australia - bulukumbakab.go.id
Kapal Padewakang melakukan ekspedisi dari Bulukumba ke Australia - bulukumbakab.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mendukung acara Pelepasan Ekspedisi Pelayaran Kapal Padewakang ke Australia. Ekspedisi diselenggarakan dalam rangka Napak Tilas Sejarah Kemaritiman Indonesia.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin mengatakan Kapal Padewakang adalah salah satu kapal tradisional yang kemudian berkembang sebagai asal muasal kapal pinisi.

“Tidak ada alat modern kecuali handphone atau telepon genggam. Mereka menggunakan listrik dari solar sel khusus untuk mengisi baterai, memakai lampu teplok dan tembikar untuk keperluan sehari-hari. Hari ini kita akan lepas kapal ini dalam rangka untuk memperkuat kembali budaya maritim dan persahabatan dengan masyarakat Australia,” ujarnya pada pelepasan tim Ekspedisi di Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, Kamis (23/01/2020), dikutip dari keterangan tertulis.

Dalam kesempatan tersebut Safri juga mengenang bahwa pada 2020 genap 250 tahun kedatangan James Cook dari Inggris tiba di Australia. Namun, lanjutnya, jauh sebelum abad 16 sudah ada hubungan perdagangan orang Nusantara dengan masyarakat suku Aborigin. Suku Makassar lebih dulu sampai di Australia dengan tujuan berburu teripang.

“Sekarang adalah tugas kita untuk terus mengingatkan kembali teman-teman pelaut tradisional khususnya pencari teripang bahwa sudah ada batasan negara, agar tidak masuk ke wilayah teritorial Australia,” tambahnya.

Safri menyampaikan perlu adanya pengembangan daerah perbatasan secara revolusioner agar tidak terdapat kesenjangan kesejahteraan ekonomi yang signifikan dengan negara tetangganya.

Untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di Tanimbar, katanya, di luar pengembangan industri Gas Alam Masela yang sudah ada, diusulkan agar fokus dalam dua bidang yaitu perikanan dan pariwisata khususnya perkembangan perikanan budi daya.

“Kemenko Marves juga akan mendukung peningkatan infrastruktur yakni pelabuhan dan bandara untuk memperkuat transportasi dan logistik barang. Saya juga sudah berdiskusi dengan Perwakilan Konsulat-Jenderal Australia di Makassar yakni Sam Upritchard, agar mengajak para investor berinvestasi di daerah ini untuk kedua bidang tersebut,” lanjutnya.

Kegiatan napak tilas ini didukung oleh Yayasan Abu Hanifa yang berada di Australia, Pemerintah Australia serta Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Marves untuk memperkuat kembali hubungan persaudaraan antara Suku Bugis Makassar dengan Suku Aborigin Australia.

Kapal dalam ekspedisi ini membawa kembali perlengkapan asli sehari-hari seperti tembikar, garam, parang yang merupakan alat tukar pada abad ke-16 dan ke-17.

Hadir dalam acara pelepasan ekspedisi Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat Piterson Rangkoratat.

“Tanimbar ini adalah masyarakat beradat, dan juga sejak dulu dikenal sebagai pelaut yang andal. Benda-benda adat milik masyarakat Tanimbar seperti gading gajah juga emas yang secara riil itu tidak ada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tapi diperoleh dengan cara barter saat berlayar keliling Nusantara,” kata Piterson.

Piterson menyampaikan bahwa Ekspedisi Padewakang mengingatkan seluruh masyarakat tentang budaya nenek moyang pelaut Indonesia yang sejak dulu telah berlayar sampai mancanegara.

“Seluruh kru Padewakang ini memiliki misi dan peran yang begitu historis bagi negara dan bangsa kita. Mereka tentu ke sana membawa Merah Putih, juga persahabatan antara Indonesia dan Australia menjadi bagian yang penting dan sekaligus menjadi misi utama kita yaitu membangun hubungan kerja sama yang baik,” ujarnya.

Dikutip dari laman bulukumbakab.go.id, Padewakang konon tercatat sebagai nama perahu asal Sulawesi pada akhir abad ke17. Kapal tersebut difungsikan VOC untuk mengantar surat dan sebagai kapal patroli. Dalam catatan syahbandar VOC kapal itu milik saudagar asal Sulawesi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maritim
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top