Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom: Batasi KUR ke Sektor Perdagangan, Perluas di Produksi

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pembatasan penyaluran kredit KUR (Kredit Usaha Rakyat) Mikro sektor perdagangan menjadi keputusan tepat.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  05:30 WIB
Petugas bank menjelaskan mengenai kredit usaha rakyat (KUR). - Antara/R. Rekotomo
Petugas bank menjelaskan mengenai kredit usaha rakyat (KUR). - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pembatasan penyaluran kredit KUR (Kredit Usaha Rakyat) Mikro sektor perdagangan menjadi keputusan tepat.

Menurut dia, memang idealnya KUR lebih diperbesar untuk kredit produktif seperti industri pertanian, industri, dan perikanan.

“Sejauh ini porsi perdagangan masih besar, dan yang jadi masalah dari sisi pelaku UMKM komposisi produk impor di beberapa usaha juga tinggi,” ujarnya saat dikonfirmasi Bisnis, Selasa (21/1/2020).

Jadi, lanjut dia, wajar apabila terdapat perubahan kebijakan dengan porsi produktif yang lebih besar. Apalagi untuk menaikan porsi KUR disektor produktif juga sudah lama ditunggu-tunggu. “Ya betul sudah pas, dari dulu kita tuntut porsi KUR produktif dinaikan,” lanjutnya.

Hanya saja, yang masih perlu diperhatikan dalam perubahan tersebut adalah bagaimana assessment kredit produktifnya juga diperbaiki, khususnya dalam manajemen risiko. Pasalnya, misalnya di sektor produktif seperti pertanian membutuhkan proses waktu yang panjang, kurang lebih tiga sampai lima bulan.

“Beda dengan perdagangan, hari ini pinjam KUR untuk beli barang dalam satu minggu sudah mampu dicicil. Perlakuannya berbeda,” katanya.

Menurut catatan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KUR untuk sektor perdagangan atau non produksi pada 2019 mulai menurun lantaran mulai berlakunya target realisasi KUR produksi atau non perdagangan sejak 2017.

Adapun realisasi KUR sektor produksi hingga akhir tahun ini mencapai 51,5% atau masih di bawah target sebesar 60%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kur
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top