Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menperin Berburu Investor Asing ke Swiss

Kementerian Perindustrian berburu investor asing dari sektor-sektor industri prioritas yakni industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronik.
World Economic Forum/Istimewa
World Economic Forum/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita gencar menjaring calon investor asing dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2020 yang diselenggarakan di Davos, Swiss.

Dalam ajang pertemuan internasional yang dihelat pada 21-24 Januari 2020 itu, Menperin menyampaikan beragam potensi Indonesia dan upaya pengembangan industri manufaktur.

Hal itu pun diungkapkan Agus ketika melakukan pertemuan dengan sejumlah pelaku industri skala global, seperti Nestlé dan Amazon Web Services, Inc..

“Salah satu kepentingan kami adalah mencari investor yang potensial. Kami sampaikan bahwa Indonesia punya kekayaan sumber daya alam dan pasar yang sangat besar," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (22/1/2020).

Kepada para calon investor tersebut, Agus mengatakan pemerintah Indonesia saat ini juga bertekad untuk memacu daya saing sektor manufaktur, terutama dengan adaptasi revolusi industri 4.0.

Dia mengatakan Kemenperin membidik sejumlah investor potensial dari sektor-sektor industri prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronik.

“Kami melakukan pendekatan dengan calon investor yang masuk dalam lima sektor tersebut, karena dari sektor itu bisa berkontribusi hingga 60% ke PDB, ekspor dan tenaga kerja,” ujar Agus.

Agus optimistis masuknya investasi dari sektor industri tersebut dapat memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri sekaligus menghasilkan produk substitusi impor dan memacu ekspor.

Menurut Agus, para calon investor kini mulai tertarik mengincar Indonesia sebagai negara tujuan utama investasi karena mereka melihat adanya perubahan dan pembaruan kebijakan yang dapat memudahkan dalam menjalankan usaha, termasuk rencana penetapan Omnibus Law.

“Aktivitas industrialisasi selama ini memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian, seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa," sebutnya.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper