Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nindya Karya dan 2 Perusahaan Korsel Garap Proyek Rp5 Triliun

Pembangunan proyek menggunakan skema business to business atau tidak menggunakan dana pinjaman.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  18:18 WIB
Wisatawan mancanegara (wisman) membawa barang bawaan di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (3/9/2019). PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat sebanyak 3.533.010 orang wisman tiba di Bali pada Januari-Juli 2019 melalui bandara tersebut, meningkat 0,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan dominasi wisatawan asal China dan Australia. - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Wisatawan mancanegara (wisman) membawa barang bawaan di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (3/9/2019). PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat sebanyak 3.533.010 orang wisman tiba di Bali pada Januari-Juli 2019 melalui bandara tersebut, meningkat 0,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan dominasi wisatawan asal China dan Australia. - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA — PT Nindya Karya bersama dengan Korea Rail Network Authority serta Korea Overseas Infrastructure and Urban Development Corporation akan membangun Denpasar Satellite Terminal dan Subway Light Transportation Ngurah Rai Airport Satellite Terminal senilai Rp5 triliun.

Nota kesepahaman ketiga belah pihak telah ditandatangani di Jakarta, Selasa (21/1/2020). Pembangunan proyek tersebut ditargetkan rampung dalam 1,5 tahun.

Plt. Direktur Utama PT Nindya Karya Haedar A. Karim mengatakan bahwa proses selanjutnya adalah penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan PT Angkasa Pura I (Persero).

"Paling lama 3 bulan setelah MoU dengan Angkasa Pura kita akan buat FS [feasibility study]-nya. Kita usahakan tahun ini sudah mulai konstruksinya," ujarnya.

Haedar menambahkan bahwa proyek dengan nilai investasi Rp5 triliun ini menggunakan skema business to business atau tidak menggunakan dana pinjaman.

Dia belum bisa menyampaikan komposisi investasi dari tiap-tiap pihak yang terlibat karena penandatanganan kerja sama dengan Angkasa Pura sebagai tuan rumah belum dilakukan.

Proyek subway light transportation akan membentang dari kawasan Kuta sepanjang 3,5 kilometer menuju Bandara Ngurah Rai.

"Kami akan buat satu stasiun bawah tanah di Kuta karena Angkasa Pura minta itu menjadi sentral check-in untuk mengurangi kepadatan parkir di bandara," kata Haedar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara ngurah rai nindya karya
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top