Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPS : Jangan Terlalu Berharap pada AS dan China

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tren neraca dagang Indonesia ke depan belum bisa diprediksi mengingat belum ada kepastian akan kesepakatan dagang fase 1 antara Amerika Serikat dan China.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  19:00 WIB
Perang dagang AS China - istimewa
Perang dagang AS China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tren neraca dagang Indonesia ke depan belum bisa diprediksi mengingat belum ada kepastian akan kesepakatan dagang fase 1 antara Amerika Serikat dan China.

“Kita lihat dulu. Kalau dia sudah firm, itu kan akan memengaruhi harga komoditas. Nah, dengan begitu ekspor impor kita bisa diprediksi ke depan,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (15/1/2020).

Dalam data BPS disebutkan bahwa sepanjang Januari-Desember 2019, negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia tertinggi, yaitu China yang mencapai US$25,85 miliar (16,68%), Amerika Serikat senilai US$17,68 miliar (11,41%), dan Jepang US$13,75 miliar (8,87%).

Sementara untuk impor sepanjang Januari–Desember 2019, nilai impor Indonesia dari China mencapai US$44,58 miliar, Jepang senilai US$15,59%, dan Thailand senilai US$9,41 miliar.

Meskipun demikian, penggunaan barang impor Indonesia pada Januari–Desember 2019 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada 2018.

Untuk impor barang konsumsi sepanjang 2019 mencapai US$16,41 miliar, turun 4,51% dibandingkan 2018 senilai US$17,18 miliar. Impor bahan baku/penolong US$125,9 miliar, turun 11,07% dibandingkan periode sebelumnya yang senilai US$141,58. 

Impor barang modal pada tahun lalu mencapai US$28,41 miliar, lebih rendah 5,13% dibandingkan periode 2018 yang mencapai US$29,95 miliar. Adapun neraca dagang Indonesia pada 2019 mengalami defisit senilai US$3,2 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor perang dagang AS vs China
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top