KABAR PASAR 9 JANUARI: Skandal Jiwasraya Memanas, Awas Simalakama Restitusi Pajak

Berita mengenai skandal korupsi Jiwasraya yang memasuki babank baru, di antaranya, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia hari ini, Kamis (9/1/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  08:49 WIB
KABAR PASAR 9 JANUARI: Skandal Jiwasraya Memanas, Awas Simalakama Restitusi Pajak
Asuransi Jiwasraya. - jiwasraya.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai skandal korupsi Jiwasraya yang memasuki babank baru, di antaranya, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia hari ini, Kamis (9/1/2020).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Skandal Jiwasraya Memanas. Skandal korupsi Jiwasraya memasuki babak baru setelah Badan Pemeriksa Keuangan mengendus potensi pembengkakan kerugian negara yang dapat berdampak sistemik.

Pasalnya, dari hasil pemeriksaan investigasi pendahuluan saja, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah menemukan kerugian negara sekitar Rp10,4 triliun dari aktivitas transaksi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada 2018.

Awas, Simalakama Restitusi Pajak. Bak buah simalakama, restitusi pajak menjadi kebijakan yang dilematis. Di satu sisi, restitusi ditujukan untuk memberikan ruang bagi korporasi agar mampu ekspansi, namun di sisi lain berisiko menggerus penerimaan negara.

Rasio Utang Berisiko Meningkat. Rasio utang pemerintah pada tahun ini berisiko meningkat seiring dengan belum maksimalnya kinerja manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung penerimaan negara.

Apalagi, mayoritas pelaku industri pesimistis pertumbuhan pada tahun ini bisa mencapai 4,80%—5,30%. Kementerian Perindustrian bahkan memproyeksikan pertumbuhan manufaktur hanya di bawah 5% pada 2020.

Minyak Melonjak, Aset Safe Haven Diburu Investor.  Aksi balasan Iran terhadap Amerika Serikat dengan menyerang fasilitas militer negara adidaya tersebut di Irak pada Rabu (8/1) pagi waktu Baghdad membuat harga minyak melonjak dan mendorong investor berburu aset safe haven.

Startup Teknologi Kesehatan: Peluang 2020 Lebih Menggiurkan. Bisnis, JAKARTA — Prospek investasi untuk perusahaan rintisan bidang teknologi kesehatan di Indonesia pada tahun ini diyakini bakal kian moncer, menyusul capaian gemilang yang ditorehkan sepanjang 2019.

Laporan Galen Growth berjudul Asia PAC Healthtech Investment Landscape mengungkapkan 2 perusahaan rintisan (startup) bidang teknologi kesehatan (healthtech) asal Indonesia, Halodoc dan Alodokter, berhasil meraup total investasi senilai US$122 juta, dengan masing-masing meraup total pendanaan US$89 juta dan US$33 juta sepanjang 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar pasar

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top