Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cirebon Power Raih Proper Hijau 2019 dari KLHK

Konsorsium pembangkit listrik Cirebon Power meraih predikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Hijau 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  21:34 WIB
President Director Cirebon Power Hishiro Takeuchi menerima penghargaan Proper Hijau dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Istana Wakil Presiden, Rabu (8/1/2020). - Istimewa
President Director Cirebon Power Hishiro Takeuchi menerima penghargaan Proper Hijau dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Istana Wakil Presiden, Rabu (8/1/2020). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Konsorsium pembangkit listrik Cirebon Power meraih predikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Hijau 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Proper peringkat Hijau adalah raihan penilaian kinerja pengelolaan lingkungan suatu perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang baik. Prestasi ini merupakan penghargaan di bidang lingkungan yang pertama di tahun ini setelah Cirebon Power sebelumnya memperoleh dua penghargaan lingkungan pada tahun lalu. 

Proper Hijau tersebut diberikan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) unit pertama Cirebon Power berkapasitas 660 MW. Pembangkit ini beroperasi sejak 27 Juli 2012 dan merupakan salah satu dari dua pembangkit yang pertama kali menerapkan teknologi ramah lingkungan supercritical (SC) boiler di Indonesia. 

Penghargaan Proper Hijau yang diraih oleh Cirebon Power tersebut diserahkan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar kepada President Director Cirebon Power Hisahiro Takeuchi disaksikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Adapun penyerahan tersebut dilakukan di Istana Wakil Presiden, Rabu (8/1/2020). 

Takeuchi mengatakan untuk meraih peringkat hijau, PT Cirebon Electric Power melakukan penurunan beban pencemar air, total suspended solid (TSS), secara signifikan dengan mengonversi rezim All Volatile Treatment (AVT) menjadi Oxygen Treatment (OT) pada WTP. Hal ini secara linear menurunkan jumlah limbah B3 yang dihasilkan dan meningkatkan konservasi air.

“Modifikasi ukuran filter pada vibrating screen cukup efektif dalam menyeleksi ukuran batu bara sesuai spesifikasi boiler sehingga menggantikan penggunaan crusher yang kebutuhan energinya cukup besar,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (8/1/2020). 

Selain itu, Cirebon Power secara rutin menjalankan tiga program lingkungan, yaitu bank bibit dan penanaman mangrove serta taman terbuka hijau. 

Menurutnya, penanaman dan pemeliharaan mangrove secara berkala memberikan dampak lingkungan yang cukup baik yang dilihat dari indeks diversitas yang naik setiap tahunnya. Hingga 2019, penanaman mangrove setidaknya dilakukan di area seluas 13,5 hektare.

“Kegiatan ini selain berhasil mengonversi energi juga menurunkan emisi gas rumah kaca dalam rangka menangkis dampak perubahan iklim,” sambung Takeuchi. 

Dia menyatakan perusahaan patungan tiga negara Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan tersebut berkomitmen terhadap green sustainability. Emisi pembangkit Cirebon Power jauh di bawah ambang batas pemerintah. 

“Kami juga berhasil menekan gas rumah kaca selalu di bawah 1.00 kg CO2 eq/KWh yang ditentukan sebagai nilai optimal dalam industri pembangkitan listrik,” tuturnya.

Dalam menjalankan green sustainability, Cirebon Power melibatkan masyarakat sekitar pembangkit. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tak hanya tanggung jawab sosial, namun upaya untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top