Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPH Migas Serahkan SK Penugasan Penyalur BBM 2020, Kuota Berpotensi Jebol

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) merilis Surat Keputusan Kepala BPH Migas Tentang Penugasan Penyalur dan Kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Jenis Bensin 2020.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 30 Desember 2019  |  13:18 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif, Wakil Ketua Komisi VII Alex Noerdin, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan sejumlah pejabat lainnya menyaksikan penyerahan Surat Keputusan Kepala BPH Migas Tentang Penugasan Penyalur dan Kuota Jenis BBM Tertentu (JBKP) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Jenis Bensin (Gasoline)Tahun 2020. Penyerahan surat keputusan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa. - Bisnis/David E. Issetiabudi
Menteri ESDM Arifin Tasrif, Wakil Ketua Komisi VII Alex Noerdin, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan sejumlah pejabat lainnya menyaksikan penyerahan Surat Keputusan Kepala BPH Migas Tentang Penugasan Penyalur dan Kuota Jenis BBM Tertentu (JBKP) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Jenis Bensin (Gasoline)Tahun 2020. Penyerahan surat keputusan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa. - Bisnis/David E. Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) merilis Surat Keputusan Kepala BPH Migas Tentang Penugasan Penyalur dan Kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Jenis Bensin 2020.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan untuk kuota JBT 2020 kuota yang ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan persetujuan DPR RI dengan kenaikan hanya 800.000 kiloliter (kl).

"Kalau mengacu pada realisasi pada asumsi perekonomian yang sama dan realisasi 2019. Maka ada potensi over kuota lagi pada 2020" katanya, Senin (30/12/2019).

Sebelumnya, berdasarkan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020, kuota penyaluran sebanyak 15,87 juta kl terbagi atas minyak solar 15,31 juta kl dan minyak tanah sebesar 0,56 juta kl. Adapun kuota JBT mengalami kenaikan sebesar 5,03 % dari kuota BBM 2019 sebanyak 15,11 juta kl. 

Fanshurullah mengatakan berdasarkan verifikasi kuota solar subsidi, terjadi over kuota sebanyak 1,3 juta-1,5 juta kl dan mengakibatkan tambahan subsidi sekitar Rp3 triliun.

Menurutnya, jika asumsi konsumsi disamakan dengan 2019, maka akan terjadi over kuota sekitar 700.000 kl. Di sisi lain, BPH Migas memutuskan kuota JBKP atau Premium tetap sebanyak 11 juta kl.

"Berdasarkan catatan kami, permasalahan [over kuota] terjadi karena penyimpangan [konsumsi] BBM subsidi yang tidak tepat sasaran," tambahnya.

Penyalur JBT dan JBKP 2020

  1. Penyalur JBT 2020

-PT Pertamina (Persero) dengan penyalur eksisting sebanyak 5.726 penyalur, penyalur dalam pembangunan sebanyak 13 penyalur, penyalur BBM Satu Harga eksisting sebanyak 160 penyalur.

-PT AKR Corporindo Tbk. dengan penyalur eksisting sebanyak 112 penyalur dan penyalur BBM Satu Harga eksisting sebanyak 10 penyalur.

  1. Penyalur JBKP 2020

-PT Pertamina (Persero) dengan penyalur eksisting sebanyak 4.670 penyalur, penyalur dalam pembangunan sebanyak 13 penyalur, penyalur BBM Satu Harga eksisting sebanyak 151 penyalur.

 Minyak Solar

PenyalurKuota
PT Pertamina (Persero)15.076.000 kiloliter
PT AKR Corporindo Tbk.234.000 kiloliter
Total15.310.000 kiloliter


Minyak Tanah

PenyalurKuota
PT Pertamina (Persero)560.000 kiloliter

Premium

PenyalurKuota
PT Pertamina (Persero)11.000.000 kiloliter

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina bbm subsidi solar bph migas
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top