Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harus Kelar 31 Desember, Proyek Underpass Kentungan Dikebut Siang Malam

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR masih terus menyelesaikan pembangunan underpass Kentungan Sleman. Terowongan yang dibangun dengan dana Rp126 miliar itu berdasarkan kontrak harus selesai pada 31 Desember 2019 mendatang.
Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak - Bisnis.com 25 Desember 2019  |  19:30 WIB
Seorang pekerja sedang membersihkan puing-puing bekas pembangunan di underpas Keuntungan, Senin (22/12/2019)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
Seorang pekerja sedang membersihkan puing-puing bekas pembangunan di underpas Keuntungan, Senin (22/12/2019)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak

Bisnis.com, JOGJA -Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR masih terus menyelesaikan pembangunan underpass Kentungan Sleman. Terowongan yang dibangun dengan dana Rp126 miliar itu berdasarkan kontrak harus selesai pada 31 Desember 2019 mendatang.

Berdasarkan pengamatan Harianjogja.com, underpass yang dibangun sejak pertengahan Januari lalu itu masih menyisakan sejumlah pekerjaan. Di antaranya pengaspalan, ornamen dan trotoar. Beberapa pekerja masih terlihat membersihkan puing-puing yang berserakan di sekitar underpass.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kretek 2 dan Underpass Kentungan Cs Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Muhammad Syidik Hidayat enggan menjelaskan detail bangunan underpass yang belum selesai dilakukan. Dia juga tidak mau memprediksi apakah pembangunan underpass sepanjang 540 meter dengan konstruksi tertutup 180 meter itu selesai tepat waktu.

"Mohon maaf ya, kami sedang bekerja siang malam. Mohon pengertiannya," kata Syidik saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Rabu (25/12/2019)

Syidik juga tidak mau mengungkapkan aturan yang diambil jika proyek tersebut tidak sesuai tepat waktu (molor). Termasuk gangguan-gangguan yang dihadapi selama proses pembangunan berlangsung. Hanya saja, selama ini Syidik selalu optimistis jika penyelesaaian pembagunan underpass tersebut selesai tepat waktu.

"Sekarang sudah mulai hujan, kami rapat terus agar pekerjaan tetap sesuai target. Sementara ini kami maksimalkan sesuai kontrak," tegasnya.

Sekadar diketahui, tinggi bebas underpass 5,2 meter. Lebarnya 16 meter dengan dua jalur empat lajur, dapat dilalui dari Barat (Magelang) ke Timur (Solo) maupun sebaliknya. Sedangkan kecepatan rencana untuk underpass ini adalah 60 km/jam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

underpass

Sumber : harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top